Petinggi Indonesia Berharap Sandiaga Uno Capres 2024

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANG –Aroma politik, spesifik tentang Pilpres 2024 berhembus di acara pelantikan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) beberapa waktu lalu. Presiden Jokowi yang saat itu memberi sambutan,

Di ruangan tersebut hadir Sandiaga Uno, calon wakil presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto, pesaingan Jokowi di Pilpres 2019.

“Hati-hati 2024,” kata Jokowi sembari tertawa dalam acara Hipmi yang digelar di Hotel Raffles tersebut.

“Tadi disampaikan Ketua Pembina HIPMI (Bahlil Lahadalia) bahwa 2024 kemungkinan beliau (pengganti Jokowi) yang hadir di sini adalah kandidat, kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya. Dan saya meyakini itu, tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa, bahwa tadi yang baru berdiri tadi,” sambungnya.

‘Mengangkat’ nama Sandiaga juga dilakukan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan. Secara terang-terangan dia mengaitkan kehadiran Sandiaga di organisasi Esports Indonesia yang dipimpinnya dengan potensi kemenangan Pemilu memenangkan Pilpres 2024.

“Ini ada tamu khusus, namun beliau juga sebagai Dewan Pembina PB Esports yang sangat saya cintai dan banggakan. Tamu kehormatan kita dan dia berkenan jadi dewan pembina, Bapak Sandiaga Salahudin Uno. Kita curi start untuk kampanye kan tidak masalah,” kata Budi Gunawan disambut tawa para tamu undangan dalam acara pelantikan PB Esports Indonesia di Hotel Kempinski Jakarta, Sabtu (18/1) dikutip dari Antara.
Bukan tanpa dasar dan alasan yang jelas nama Sandiaga Uno muncul meski Pilpres masih lama.

Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mengatakan pernyataan Jokowi memiliki dasar argumen yang kuat. Menurut Ubed, Jokowi melihat Sandi telah memiliki modal sosial dan politik yang cukup untuk melenggang ke Pilpres 2024. Apalagi menurutnya Sandi telah dikenal oleh dunia internasional.

Kini tinggal Partai Gerindra merupakan kunci yang dapat memuluskan semua itu. Sandi diketahui menduduki Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

“Jadi kendaraan politiknya sangat ditentukan oleh sikap partai Gerindra. Apakah mendukung Sandi capres atau tetap Prabowo-Sandi,” kata Ubed yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (22/1).

Ubed menggambarkan nantinya akan terdapat sejumlah kemungkinan terkait pemetaan politik untuk Sandiaga. Lagi-lagi, menurut dia, Gerindra, terlebih Prabowo Subianto menjadi penentu.

“Ada kemungkinan semua partai politik mendukung pasangan Sandi atau mendukung Prabowo-Sandi, atau Sandi-Puan,” kata dia.

“Sandi harus kulonuwun dulu ke Prabowo, jika tidak dapat restu Prabowo maka akan berat langkah Sandi,” sambungnya.

Selain punya potensi besar, nama Sandi pantas diusung untuk mengimbangi Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta itu tengah naik daun meski gaya kepemimpinannya di ibu kota kerap dikritik.

Ubed menyebut Partai Demokrat berpeluang mengusung Anies untuk dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Jauh sebelumnya, Partai NasDem juga sudah ambil ancang-ancang. Juli 2019 lalu, Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyatakan tak menutup kemungkinan Anies diusung partainya di 2024.

Pengamat politik Hendri Satrio menyoroti kata ‘Hati-hati 2024’ yang dilontarkan Jokowi tatkala menyinggung nama Sandi. Hendri menangkap makna pernyataan itu adalah agar Sandi tidak salah memilih gerbong atau kendaraan yang akan mengantarkannya jika ingin menjadi Presiden. Senada dengan Ubedilah, ia menilai partai Gerindra akan sedikit banyak memiliki pengaruh terhadap jalan yang ditempuh Sandi.

“Pasti sedikit banyak ada pengaruh dari Gerindra yang saat ini ada di koalisi. Jokowi pengin Sandi tidak keluar dari koalisi pemerintah; tetap di Gerindra,” kata dia.

Hendri menyoroti beberapa survei yang menyimpulkan beberapa nama kepala daerah potensial untuk menjadi calon Presiden 2024, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Ia tidak menampik jabatan publik merupakan indikator penting untuk menebar popularitas dan elektabilitas. Namun untuk kali ini, menurut dia, hal itu tidak berlaku.

Ubed menggambarkan nantinya akan terdapat sejumlah kemungkinan terkait pemetaan politik untuk Sandiaga. Lagi-lagi, menurut dia, Gerindra, terlebih Prabowo Subianto menjadi penentu.

“Ada kemungkinan semua partai politik mendukung pasangan Sandi atau mendukung Prabowo-Sandi, atau Sandi-Puan,” kata dia.

“Sandi harus kulonuwun dulu ke Prabowo, jika tidak dapat restu Prabowo maka akan berat langkah Sandi,” sambungnya.

Selain punya potensi besar, nama Sandi pantas diusung untuk mengimbangi Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta itu tengah naik daun meski gaya kepemimpinannya di ibu kota kerap dikritik.

Ubed menyebut Partai Demokrat berpeluang mengusung Anies untuk dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Jauh sebelumnya, Partai NasDem juga sudah ambil ancang-ancang. Juli 2019 lalu, Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyatakan tak menutup kemungkinan Anies diusung partainya di 2024.

Pengamat politik Hendri Satrio menyoroti kata ‘Hati-hati 2024’ yang dilontarkan Jokowi tatkala menyinggung nama Sandi. Hendri menangkap makna pernyataan itu adalah agar Sandi tidak salah memilih gerbong atau kendaraan yang akan mengantarkannya jika ingin menjadi Presiden. Senada dengan Ubedilah, ia menilai partai Gerindra akan sedikit banyak memiliki pengaruh terhadap jalan yang ditempuh Sandi.

Editor : Sgw