Akhtar, Pelajar SMA Negeri 6 Palembang Ciptakan Powerbank Tenaga Surya  

 

MAKLUMATNEWS.com – Kalau baterai handphone Anda habis dan listrik mati pula, maka jangan khawatir ada powerbank made in pelajar Palembang ini. Powerbank-nya tidak kalah dengan yang ada di pasaran, malah lebih hemat dan tahan segala cuaca.

Terinspirasi dari lampu merah yang berada di negara asalnya anime, Jepang yang mengandalkan tenaga surya untuk menghidupkannya, Akhtar Fathi Fahrizal,  siswa SMA Negeri 6 Palembang mewakili Kelas XI MIPA 5 menciptakan Powerbank berkapasitas 88.000 MAH untuk mengikuti ajang Perlombaan Mineral Cup 2020 “Mix Of Intelegent, Emotional And Mineral Cup SMA N 6 Palembang”.

 

Menjadi  salah satu dari 5 peserta lomba yang terpilih dari 20 kelas X dan XI, Akhtar termasuk remaja kreatif dan pemikir muda, awal mulanya sehingga dia berniat membuat Powerbank lantaran dirinya seringkali kesal ketika dia melihat orang-orang yang sering marah-marah karena baterai handphonenya habis dalam keadaan tidak ada listrik, kemudian muncullah ide tersebut.

Untuk membuat powerbank berkapasitas besar ini, Akhtar menghabiskan biaya sekitar Rp 360.000, serta terdapat panel tenaga surya yang dapat menghasilkan arus listrik sebesar 220 MA  (Pada sedikit cahaya), kemudian listrik tersebut dialihkan kembali ke baterai lithium 18650 yang ada di dalam baterai laptop dan ditransfer ke output.

“Jadi, didalam powerbank ini terdapat lima baterai 18650, 2 pcb, serta kabel-kabel dan diode serta resistor,” jelas Akhtar yang dijumpai, Kamis, 13 Februari 2020.

Sama seperti powerbank pada dasarnya. Spesifikasi dari powerbank memiliki kapasitas hingga 88.000 MAH, memiliki dua output sebesar 5V (1A dan 2A), memiliki solar cell untuk mengisi listrik, memiliki lampu LED sebagai Indikator, memiliki lampu LED sebagai penerangan darurat.

“Kalau mati listrik jadinya gampang dong, gak perlu panik lagi, selagi cahaya masih menyala, powerbank tetap bisa mengisi baterai, bisa dibawa kemana mana, dan kapasitasnya juga besar, semoga menang dan bisa lanjut ke babak berikutnya” Kata akhtar yang bercita-cita menjadi Insinyur.(*)

 

Reporter : Tri Jumartini

Editor      : Aspani Yasland