Sembilan Puskesmas Layani Pemeriksaan Kesehatan CJH

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANG –Melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat ibadah haji diwajibkan bagi Calon Jemaah Haji (CJH). Sejak 3 Februari lalu sembilan puskesmas di Palembang mulai melayani sekitar 3001 CJH Kota Palembang.

Berdasarkan data Kemenag Palembang, ada 3001 CJH yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat haji di sembilan puskesmas. Antara lain Puskesmas Dempo ada 483 orang, Pembina 500 orang, Merdeka 238 orang, Kenten 309 orang, Sematang Borang 247 orang, Sukarame 490 orang, Kertapati 131 orang, Kampus 452 orang dan Basuki Rahmat 151 orang.

Kasi Rujukan dan Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palembang, Pemi Welrado mengatakan, pemeriksaan kesehataan jemaah haji sangat penting dilakukan. Pemeriksaan kesehatan ini harus dilakukan oleh calon jemaah.

Diantaranya pemeriksaan fisik, mendiagnosa keluhan sakit dari jemaah, memeriksa wanita dalam usia produktif dan rekam jantung (Ekg) untuk calon jemaah lanjut usia (Lansia).

“Calon jemaah harus memeriksakan kesehatannya, jika melakukan pemeriksaan calon jemaah akan diawasi, sebelum mereka berangkat dilakukan pembinaan tentang penyakitnya dan disana juga diawasi,” katanya, Kamis (13/2/2020).

CJH akan mendapatkan Vaksinasi Meningitis yang wajib dilakukan. Sementara yang dianjurkan yakni Vaksi Influenza. Dianjurkannya Vaksinasi Influenza sebab flu merupakan penyakit pernapasan yang menular disebabkan oleh virus influenza. Jika dibiarkan bisa berdampak serius.

“Rentan menyerang pada usia lanjut, pada penderita penyakit kronis, dan penderita asma. Kalau sudah kena, akan mengganggu aktivitas ibadah,” terangnya.

Pemi mengatakan, jemaah yang memiliki riwayat penyakit sulit disembuhkan tidak diperbolehkan berangkat ke tanah suci. “Seperti pasien Kanker Hati, TBC, dan pasien yang sedang menjalani cuci darah,” Jelasnya.

Salah seorang CJH Kota Palembang, Ubay mengatakan, pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat haji dilakukan seperti pemeriksaan fisik juga mendeteksi keluhan sakit agar diobati sebelum berangakat ibadah. Ia mengaku tidak ada keluhan sakit apapun. Hanya saja tetap harus melakukan pemeriksaan untuk antisipasi.

“Nanti pada pemeriksaan berikutnya sebelum berangkat ini ada suntik Meningitis,” katanya.

Reporter :Kamayel Ar-Razi