Tuntut PT GON Tunaikan Hak-Hak Normatif Karyawan

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANG–Puluhan massa yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh (FSB) NIKEUBA KSBSI PT Golden Oilindo Nusantara (GON) menggelar aksi unjuk rasa dihalaman Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (13/02/2020)

Koorditaor Aksi (Korak) FSB NIKEUBA KSBSI PT GON, Hermawan SH mengatakan, kedatangan mereka ke Kantor Disnakertrans Provinsi Sumsel untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutan. “Aksi yang kami gelar pada hari ini adalah aksi solidaritas untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan para pekerja PT GON sehingga pihak pegawai pengawas di Disnakertrans Provinsi Sumsel dapat melaksanakan tugas pokok sehingga hak-hak kawan ini tidak dizalimi,” katanya

Adapun tuntutan yang ingin disampaikan pihaknya pada aksi unjuk rasa tersebut yaitu pertama meminta pihak perusahaan untuk memenuhi hak-hak normatif karyawan. Kedua, pihak perusahaan juga harus mengembalikan atau memperkerjakan kembali ARDA WELLY dan karyawan lain yang sudah dipecat pada Bagian dan Jabatan semula sebelum dilakukan Mutasi. “Selain kedua tuntutan itu diduga pihak perusahaan atau oknum perusahaan juga melakukan tindak pidana di bidang Ketenagakerjaan berupa Kebebasan berserikat,” ujar Hermawan.

Hermawan menjelaskan, permasalahan antara karyawan PT GON dengan Pihak Perusahaaan PT GON ini sudah beberapa kali dilakukan pertemuan, namun sampai dengan saat ini belum ada kesepakatan atau itikad baik dari pihak perusahaan untuk memenuhi tuntutan para karyawan. “Sudah tiga kali melakukan pertemuan tapi tidak ada kesepakatan. Dan solusi dari Disnaker dan DPRD Ogan Ilir tidak dipenuhi atau diikuti oleh pihak perusahaan. Bahkan, seiring berjalannya waktu ternyata pihak perusahaan memutasi para karyawan dan bahkan ada yang dipecat,” jelasnya

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk itulah pihaknya datang ke Disnakertran Provinsi Sumsel agar dapat segera menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku “Kami juga meminta kepada pihak Disnakertrans Provinsi Sumsel baik itu pengawas untuk memangil pihak perusahaan besok dan menghimbau agar tidak melakukan tindakan balasan dalam bentuk apapun terhadap kawan-kawan karyawan baik sebelum selama maupun sesudah aksi mogok kerja dilakukan Sehingga proses ini dapat berjalan dengan baik dan benar,” ungkap Hermawan

Hermawan menambahkan, jika permasalahan ini tidak berjalan dengan mekanisme hukum yang berlaku maka pihaknya akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dan bahkan akan lebih banyak lagi massa aksinya. “Jika proses masih berjalan tidak sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku dan karyawan masih merasa dizalimi maka kawan-kawan akan tetap melaksanakan aksi baik ke disnakertran provinsi, gubernur ataupun ke dprd provinsi sumsel,” katanya

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Sumsel, Koimudin melalui Kabid Hubin Syaker dan Jaminan Sosial Disnakertrans Provinsi Sumsel, Eky Zakya SH mengatakan, kedatangan puluhan massa ke kantor Disnakertrans Provinsi Sumsel untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutan para pekerja PT GON. “Mereka menuntut hak normatif dan juga persisihan. Disnakertrans dari melalui pengawas dan mediator sudah menindaklanjuti kasus tersebut,” katanya

Lanjutnya, pihaknya juga akan memanggil pihak perusahaan pada besok (hari ini) untuk klarifikasi apa-apa yang dituntut oleh pekerja. “Kita juga akan kembali memanggil lagi pihak perusahaan untuk klarifikasi pada tanggal 20 Februari di d Disnakertrans Provinsi Sumsel dan juga akan dihadiri para karyawan. Nah selama proses ini berjalan kami minta para pekerja untuk tidak melakukan unjuk rasa atau apapun,” ungkap Eky.

Reporter : Maulana