Sobirin: Wow Fantastis! Pengerjaan Turab Telan Dana Rp12 Miliar Tapi Hasilnya Amburadul

Harus Diberi Sanksi Tegas

MAKLUMATNEWS.com, INDERALAYA — Ketua Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiawa Peduli Sumsel Sobirin, secara tegas menyayangkan pembangunan proyek peningkatan jalan ruas Pelabuhan Dalam Inderalaya lanjutan tahun anggaran apbd 2019 berupa pembangunan turab sudah ambrol. Menurutnya proyek tersebut dikerjakan asal jadi, bahkan parahnya disinyalir proyek tersebut dikerjakan oleh adik ipar Bupati Ogan Ilir (OI) H Ilyas Panji Alam yang bernama Aikom dengan nilai Rp12. 393.485.421 menggunakan PT Wijaya Kita Sarana.

“Seharusnya ada sikap kehati- hatian baik pemerintah dan rekanan. Baru berapa bulan usai dikerjakan malah turab sepanjang 30meter sudah ambrol. Ini menunjukkan pelaksana tidak profesional, baik kontraktor maupun dinas. Ini anggaran fantastis lebuh dari Rp12 miliar, wow luar biasa, tapi hasilnya amburadul. Tapi mengapa anggaran besar, turab malah ambrol, boleh jadi jalan cor betonnya juga asal-asalan dibuat. Ini menunjukkan kalau kontraktor maupun rekanan tidak siap mengerjakannya dengan baik. Akibatnya, jalan tidak sesuai rab dan anggaran. Rakyat dirugikan, ibaratnya uang negara sekadar bancak_an apalagi sampai ipar bupati yang mengerjakannya. Bagaimana ini?,”tegasnya, Kamis (19/3).

Sobirinpun meminta pihak terkait baik Dinas PUPR, BPK, kepolisian maupun kejaksaan mengecek langsung ke lapangan dan memberikan sanksi baik adminitrasi maupun hukum.

” Bahkan parahnya proyek peningkatan jalan ruas Pelabuhan Dalam Inderalaya lanjutan tahun anggaran apbd 2019 itu baru selesai dikerjakan Januari 2020. Sudah waktu pengerjaanya molor ditambah lagi hasilnya asal-asalan. Padahal jalan senilai Rp12miliar lebih kan ada tahapan dan aturannya, ada juknisnya sebagai kontraktor dan rekanan, limit waktu sdh ditentukan masa kerjanya. Memang harus diberikab sanksi tegas baik kepada dinas dan rekanan secara administrasi dan hukum. Bahkan Senin ini kita juga akan melaksanakan demo mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Ogan Ilir, DPRD dan Kantor Bupati guna meminta pertanggungjawaban proyek tersebut. Karena hal ini sangat merugikan masyarakat,”tegasnya.

Sebelumnya proyek peningkatan jalan ruas Pelabuhan Dalam Inderalaya lanjutan tahun anggaran apbd 2019 berupa pembangunan turab sudah ambrol. Disinyalir proyek tersebut dikerjakan oleh adik ipar Bupati Ogan Ilir (OI) H Ilyas Panji Alam yang bernama Aikom dengan nilai Rp12. 393.485.421 menggunakan PT Wijaya Kita Sarana

Pantauan Rabu (18/3) proyek tersebut memiliki pagu Rp12.660.807.000, namun nilai berdasarkan hasil negosiasi dibawah satker Dinas PU dan Penataan Ruang Pemkab OI senilai Rp12. 393.485.421. Diduga pembangunan-pembangunan yang dikerjakan oleh pihak ketiga tidak sesuai harapan masyarakat. Proyek turab tersebut terletak di Desa Sukamerindu Kecamatan Pemulutan Barat.

Turab tersebut ambrol lebih kurang 30 meter dibagian sisi kiri arah simpang Desa Sarang Elang. “Baru berapa bulan selesai dibangun di tahun 2019 kemarin, sudah seperti ini kondisinya. Parah rezim bupati yang sekarang ini, pemborongnya asal-asalan saja mengerjakannya. Kabarnya ini proyek milik adik ipranya sendiri Aikom,”kata Msan, Rabu (18/3).

Disebutkan Mar, ambruknya turab tersebut sudah dua minggu lalu, tepatnya pada malam Kamis. “Hujan deras malam hari, pas besok paginya turabnya ambrol. Kalau dipinggir sungai wajar, bisa tergerus ombang sungai, kan ini tidak. Kami hanya khawatir nanti lama-lama tanah tergerus, jalan ambrol. Bisa jadi kendaraan nyemplung ke sungai. Saya berharap segera diperbaiki,”katanya.

Terpisah, PPTK proyek Dinas PU dan PR Pemkab OI Firdaus belum bisa dihubungi, bahkan pemborongnya Aikom dan anakbuahnya Kotfir juga belum berhasil dikonfirmasi, malah hp jurnalis diblokirnya.

Reporter : Henny