Corona Menulis Sejarah di Masjid Agung Palembang

 

MAKLUMATNEWS.com — HARI INI, Jumat, 27 Maret 2020 yang bertepatan dengan 2 Sya’ban 1441 H, boleh dikatakan sebagai hari yang sangat bersejarah dan patut menjadi catatan penting bagi kehidupan beragama umat islam di kota Palembang Darussalam. Betap tidak, untuk pertama kalinya, umat islam yang biasa sholat jumat di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jaya Wikramo, Palembang dan di sejumlah masjid di kota Palembang Darussalam ini, dilarang melakukan sholat wajib sepekan sekali ini, lantaran adanya imbauan dari Walikota Palembang H.Harnojoyo berkaitan dengan makin mewabahnya virus corona atau Covid-19, yang diindikasikan kuat sudah menyebar di ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini.

Masjid Agung—begitu wong plembang biasa menyebutnya—memang menjadi pusat perhatian umat islam. Masjid tertua dan berada di jantung kota Palembang ini, seolah menjadi barometer dan tidak sedikit menjadi rujukan dari masjid-masjid lain di kota ini. Dengan dilarangnya Sholat Jumat di masjid terbesar dan bersejarah ini, tentulah menjadi perhatian jamaah, sebab menjadi pembicaraan hangat di kalangan umat islam. Biasanya bila sholat jumat, ribuan jamaah limpah ruah hingga ke pelataran masjid.

Pada hari jumat yang bersejarah tersebut, seluruh pintu masuk menuju Masjid Agung ditutup dan dipasang pengumuman bahwa tidak ada penyelenggaraan sholat jumat dan dijaga oleh satuan pengamanan masjid. Jamaah sama sekali tidak diperkenankan masuk, sebab imbauan Walikota Palembang tersebut, tidak saja meminta jamaah untuk tidak sholat jumat, tetapi juga sholat zuhur sebagai penggantinya harus dilakukan di rumah masing-masing, tidak di masjid tersebut.

 

Atas imbauan orang nomor satu di kota mayoritas umat islam ini, sebagian besar umat islam sangat memahami, memakluminya dan menaatinya karena demi menjaga kesehatan bersama. Namun tidak sedikit juga yang berbicara kenapa harus ada larangan tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa larang sholat jumat d Masjid Agung tersebut merupakan aplikasi dari seruan bersama Pemerintah Kota Palembang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang, dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Dewan Masjid Indonesia Kota Palembang tertanggal 26 Maret 2020.

Dalam seruan bersama itu yang ditandatangani Walikota Palembang H Harnojoyo, Ketua DPD Dewan Masjid Indonesia Kota Palembang, H Denu Priansyah, dan Ketua Umum MUI Kota Palembang, H Saim Marhadan, peniadaan shalat Jumat dikarenakan makin meningkatnya penyebaran virus Corona atau Covid-19 baik dari jumlah pasien maupun jumlah yang wafat.

Seruan tersebut sudah tersebar luas di media sosial, terutama What Apps (WA) pada malam jumat. Namun demikian kebijakan pengurus Yayasan Masjid Agung yang menaati seruan Walikota Palembang tersebut, juga masih ada pengurus masjid di kampung-kampung yang tetap menyelenggarakan sholat jumat pada 27 Maret 2020 tersebut. Mereka mengemukakan justru dengan adanya musibah corona tersebut, kita umat islam harus lebih banyak meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dan berdoa bersama agar musibah ini cepat berakhir, begitulah kira-kira alasan mereka.

Pintu masuk Masjid Agung ditutuo dan dipasang larang melakukan sholat jumat, 27 Maret 2020. Foto: sumselupdate

 

Memang terhadap peniadaan sholat jumat di masjid-masjid berkaitan dengan wabah covid-19 ini muncul dua pendapat seperti tadi. Namun umumnya umat islam menaati adanya pelarangan sholat jumat dan sholat wajib di rumah masing-masing, untuk mencegah mudhorat yang lebih besar ketimbang maslahat yang akan diperoleh.

Berbagai ceramah agama, tausiyah yang tersebar di medsos yang diupload oleh berbagai ulama besar dan top, menunjukan memang lebih baik mencegah untuk tidak berkerumun di masjid (social distant) yang rawan meluasnya penyebaran virus yang berasal di Wuhan Cina ini. Namun demikian yang jelas gara-gara corona, sholat jumat di Masjid Agung yang menjadi pusat dakwah umat islam di Palembang, terpaksa tidak dilaksanakan dan ini menjadi peristiwa bersejarah dan baru pertama kalinya terjadi. Semoga wabah ini cepat hilang dan umat islam kembali bersemangat melakukan sholat jumat. Kepada Allah-lah, kita berserah diri dan meminta pertolongan, hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’mannasir.[]Aspani Yasland