Covid -19 dan Sistem Pendidikan di Indonesia

Oleh Warisan
Education Consultand Quipper Video

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata padegogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.

Pendidikan merupakan suatu proses yang mencakup tiga dimensi, yaitu individu, masyarakat atau komunitas nasional dari individu tersebut, dan seluruh kandungan realitas, baik material maupun spiritual yang memainkan peranan dalam menentukan sifat, nasib, bentuk manusia maupun masyarakat. Pendidikan lebih dari sekedar pengajaran, yang dapat dikatakan sebagai suatu proses transfer ilmu, transformasi nilai, dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Dengan demikian pengajaran lebih berorientasi pada pembentukan spesialis atau bidang-bidang tertentu, oleh karena itu perhatian dan minatnya lebih bersifat teknis.

Pendidikan merupakan suatu proses yang diperlukan untuk mendapatkan keseimbangan dan kesempurnaan dalam perkembangan individu maupun masyarakat. Penekanan pendidikan dibanding dengan pengajaran terletak pada pembentukan kesadaran dan kepribadian individu atau masyarakat di samping transfer ilmu dan keahlian. Dengan proses semacam ini suatu bangsa atau negara dapat mewariskan nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, pemikiran dan keahlian kepada generasi berikutnya, sehingga mereka betul- betul siap menyongsong masa depan kehidupan bangsa dan negara yang lebih cerah. Pendidikan juga merupakan sebuah aktifitas yang memiliki maksud atau tujuan tertentu yang diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki manusia baik sebagai manusia ataupun sebagai masyarakat dengan sepenuhnya. Hal itu tentunya yang menjadi tujuan dasar dari Pendidikan yang ada di Indonesia. Dalam pelaksanaanya tentu akan ada banyak tantangan yang akan dihadapi. Salah satu bentuk nyata dari tantangan Pendidikan yang ada di Indonesia adalah apa yang kita lihat saat ini.

Tentu kita sudah mengetahuinya secara bersama bahwa saat ini dunia Pendidikan Indonesia sedang berada dalam fase ujian yang sebenarnya. Munculnya pandemi covid-19 ini seakan-akan memberikan tamparan yang begitu nyata terhadap berbagai sektor yang ada salah satunya dunia Pendidikan Indonesia. Kehadirannya yang tidak diharapkan mampu memperlihatkan dan menimbulkan berbagai macam permasalahan baru yang lebih kompleks dan cenderung rumit. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa pandemic ini mampu untuk memberikan triger yang nyata terhadap dunia Pendidikan saat ini.

System Pendidikan yang selama ini terlihat baik-baik saja nyatanya sedikit kewalahan untuk menempatkan diri dalam mengahadapi pandemic ini. Penerapan kegiatan belajar mengajar yang selama ini kita lakukan tentunya harus berubah dengan cepat. Sistem pendidikan yang dilakukan secara langsung dengan bertatap muka yang selama ini dilakukan harus segera dirubah, menuju kegiatan belajar mengajar dengan memanfaatkan system pembelajaran daring yang harus dilakukan secara masif. Perubahan ini tentunya membuat semua stake holder Pendidikan berfikir keras untuk memikirkan keputusan yang tepat untuk diambil yang bisa diterapkan guna menunjang kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Perubahan system belajar yang dihadapi saat ini tentunya juga tidak akan terlepas dari berbagai macam problem baru yang akan muncul. Dalam keadaan seperti ini akan muncul beberapa konsekuensi yang secara langsung harus dihadapi oleh guru dan juga siswa untuk tetap dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Salah satu program yang saat ini sedang dijalankan oleh pemerintah untuk menyikapi keadaan ini adalah dengan penerapan system pembelajaran jarak jauh. Dalam teknis pelaksanaanya guru dan siswa tidak bisa bertatap muka secara langsung sebagaimana yang sudah dilakukan selama ini.

Keadaan seperti ini tentunya bukan sesuatu yang menggembirakan bagi kedua belah pihak, baik guru dan juga siswa. Kegiatan system belajar mengajar dengan metode yang lama tentu harus segera ditinggalkan. Semua stake holder yang ada tentunya harus segera menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini. Untuk guru tersendiri tentunya konsekuensi awal yang mereka hadapi adalah mereka harus membiasakan diri dengan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan system daring. Situasi ini tentu bukanlah pekerjaan yang mudah bagi seorang guru, karena ada banyak hal yang harus mereka persiapkan. Ketika kegiatan belajar mengajar secara langsung dilakukan, maka guru hanya perlu mempersiapkan materi sederhana yang akan disampaikan kepada siswa.

Tentu dengan materi sederhana itu guru mampu memberikan penjabaran lebih detail kepada siswa dan secara tidak langsung akan dengan mudah menemukan indicator keberhasilan pembelajaran dengan melihat keadaan kelas pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Tentunya untuk saat ini semua akan terlihat berbeda dimana dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar guru harus mampu mempertimbangkan secara detail terkait dengan pemberian materi ajar ke siswa. Dalam pelaksanaanya guru dan sekolah juga harus memikirkan tentang kegiatan monitoring terhadap kegiatan rutinitas siswa. selain beberapa permasalahan diatas, muncul juga permasalahan yang lain salah satunya adalah ketidaksiapan sarana dan prasarana penunjang yang dimiliki oleh sekolah untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh ini.

Hal ini terlihat dari apa yang disampaikan oleh tenaga ajar dan sekolah yang lingkupnya adalah sekolah di daerah. Untuk sekolah-sekolah yang lingkupnya daerah dan kabupaten tentu tidak bisa kita samakan dalam setiap proses pembelajaran yang diterapkan saat ini. Banyak sekolah- sekolah didaerah mengalami kesulitan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan system online atau kegiatan pembelajaran jarak jauh. Faktor penyebab utamanya adalah jaringan dan sarana penunjangnya. Tidak sedikit sekolah yang mengeluhkan sulitnya jaringan dan ditambah lagi siswa yang tidak memiliki fasilitas penunjang berupa android. Tentu ini adalah PR kita Bersama guna mewujudkan keberadilan dalam lingkup Pendidikan. Secara keseluruhan, sejauh ini pengggunaan system belajar online di Indonesia menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Muhammad Hamid kepada CNN Indonesia.com, Jumat (24/4) mengatakan bahwa hingga hari ini tercatat sebanyak 97,6 persen sekolah sudah melakukan pembelajaran jarak jauh. Tentu jika dilihat dari data yang ada kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan system pembelajaran jarak jauh atau daring ini sangat terlihat luar biasa.

Hanya 2,4% sekolah yang tidak melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh, tentu akan ini akan terlihat sangat kecil jika dibandingakan dengan angka yang sudah mengggunakan. Akan tetapi perlu kita perhatikan lebih jauh lagi terkait dengan tingkat keberhasilanya dan efektifitas pelakasanaanya. Dalam menghadapi berbagai permasalahan yang saat ini sedang terjadi tentunya pemerintah tidak tingggal diam, berbagai upaya relevan sudah mulai dilakukan untuk tetap menjaga kestabilan kegiatan belajar mengajar yang ada. Salah satunya adalah melakukan kerjasama dengan berbagai macam platfrom pendididikan yang ada di Indonesia. Akan tetapi kembali lagi bahwa kebijakan yang diambil pemerintah saat ini memang belum bisa dikatakan sangat efektif untuk djadikan sebagai pondasi dasar wajah dunia Pendidikan Indonesia.

Untuk saat ini beberapa kendala teknis pelaksanaan dilapangan yang belum menemukan titik terangnya cukup memberikan gambaran bahwa keberhasilan program yang dicanangkan oleh pemerintah belum memberikan indeks keberhasilan yang sepenuhnya. Masih banyak PR yang harus segera diselesaikan agar kegiatan belajar megajar ditengah adanya pandemic ini tetap bisa berjalaan dengan baik. Dalam konteks ini tentu kita dituntut untuk tidak hanya sekedar mampu berkomentar dengan apa yang terjadi akan tetapi mampu untuk memberikan dukungan yang nyata. #