Anggota DPR Arteria Dahlan Geregetan dengan Najwa Shihab: Jangan Ghibah Sok Cinderella

 

 

MAKLUMATNEWS.comAnggota DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan geregetan dengan surat terbuka yang ditulis jurnalis Najwa Shihab. Surat terbuka itu dianggap Arteria telah menista DPR.

“Saran saya, ini bulan puasa saatnya perbanyak ibadah bukannya ghibah. Saya ingatkan bahwa kesabaran orang ada batasnya, jangan sampai merasa diri berparas Cinderella berhati malaikat seperti enggak punya aib dan dosa. Padahal, banyak orang melihat berbeda,” ujar Arteria di Jakarta, Ahad, 3 Mei 2020.

Seperti diketahui, Najwa menyampaikan surat terbuka melalui tayangan video dalam status instagram miliknya @najwashihab, Sabtu (2/5/2020). Najwa menunjuk hidung DPR di antaranya tentang sikap dewan yang lebih mementingkan RUU Omnibus Law padahal sedang darurat wabah corona.

Ihwal ini, Arteria mengaku sudah melihat full video Najwa. Dirinya sangat terpukul dengan statement yang dilayangkan Najwa. Menurut dia, DPR terus berbenah demi mewujudkan institusi parlemen yang terpercaya.

Ditegaskan dia, saat ini seluruh kerja-kerja di DPR terukur, efektif, dan efisien. Jadi, beragam tudingan miring yang dilayangkan Najwa itu dianggap telah menista DPR. Ia pun meminta Najwa meminta maaf.

Sebenarnya, kata Arteria, dirinya enggan mengomentari Najwa setelah melihat wawancara dengan Presiden Jokowi ihwal mudik vs pulang kampung. Menurutnya, wawancara itu justru menjadi sentimen negatif terhadap presiden.

Najwa juga harus paham, untuk menyatakan salah dan benar itu hanya sebagian kecil dari kerja-kerja DPR.

“Dan kita tidak merasa bangga dan pintar serta paling benar untuk itu. Namun, DPR utamanya adalah memastikan negara dan kerja-kerja pemerintahan harus move on guna sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tegasnya sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari WE.com.

Arteria bilang, ada kepentingan yang lebih besar yang harus dijaga dan dipertaruhkan, bukan sekadar menemukan kesalahan dan diumbar jadi polemik di ruang publik. Pasalnya, seringkali publik menafsirkannya berbeda.(*)

 

Editor : Aspani Yasland