Satu Lagi DPO Perampokan Toko Emas Cahaya Murni Sungai Lilin Dilumpuhkan Jatanras Polda Sumsel

1,040

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANG – Hendri alias Hen (35) warga Tanjung Serian Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil ditangkap Jatanras Polda Sumsel. Tersangka Hendri ini sudah menjadi DPO pencurian Toko Emas Cahaya Murni di Pasar Inpres Sungai Lilin Kec. Sungai Lilin Kab. Banyuasin pada Kamis (26/3/2020) lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan melalui Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi menerangkan bahwa untuk penangkapan tersangka ini ditempat persembunyiannya di Subang Jawa Barat.

“Tersangka ini juga merupakan orang ke 5 berhasil diamankan, ia ditangkap di tempat persembunyian di Subang Jawa Barat,” ujarnya, Senin (1/6/2020).

Disebutkannya, untuk tersangka ke 5 ini juga memiliki peran sendiri dimana aksinya yang menodong senjata api rakitan ke anak pemilik toko emas tersebut. Kemudian mengambil emas dan uang yang ada di laci toko itu dimana dalam rekaman tersebut tersangka menggunakan jakat switer warna merah.

Dimana sebelum masuk ke dalam toko emas tersangka juga yang menggambar lokasi tersebut. Ia berdiri di warung kopi didepan toko emas tersebut. Setelah kondisi aman baru tersangka masuk bersama teman-teman dan menodongkan senjata api tersebut.

Sebetulnya tersangka ini sudah dihimbau oleh Direktur Reserse Kriminal Umum agar menyerahkan diri. Tapi karena takut tersangka justru melarikan diri. Dan anggota terus melakukan penyelidikan sehingga tersangka berhasil ditangkap.

“Ketika ditangkap tersangka ini justru mencoba melarikan diri, tidak mau DPO ini lolos anggota yang dipimpin oleh Kompol Zainuri ini memberikan tindakan tegas. Sehingga peluru anggota bersarang dikedua kakinya,” ungkapnya.

Tersangka Hen saat ditemui mengakui perbuatannya. Ia mengaku usai perampokan ia langsung melarikan diri ke Subang Jawa Barat kerumah temannya. Selama dua bulan tersangka tinggal disana dirinya tidak memiliki pekerjaan sama sekali.

“Peran aku sendiri pada saat itu membawa senpi terus menodong ke pemilik toko tersebut setelah itu aku mengambil emas dan uang tunai Rp 45 juta. Kemudian hasil tersebut dibagi rata oleh kami berdelapan,” katanya.

Ia pun mengaku sebelumnya emas mereka timbang disebuah rumah kosong di Gandus disana mereka berbagi uang dan aku sendiri mendapatkan uang 4,5 juta. Uangnya untuk membayar sepeda motor dan sisa untuk biaya pergi ke Subang Jawa barat.

“Di sana tinggal dirumah teman, selama di Subang aku tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Sebelum ini aku memang pernah berurusan dengan hukum dimana pernah masuk penjara kasus curanmor dan berkelahi pak,” cetusnya.

Diketahui perampokan ini terjadi Kamis (26/3/2020). Di siang bolong para pelaku berhasil mengambil tujuh kilogram emas dari toko emas Cahaya Murni di Jalan Inpres Pasar Sungai Lilin, Muba.

“Jumlah pelaku sebanyak delapan orang. Tiga telah ditangkap lebih dulu, dua diantaranya ditembak mati. Kemudian dengan Ali Fikri menyerahkan diri dan Hendri, maka polisi tinggal mengejar tiga pelaku lainnya yakni berinisial S, U, J,” tuturnya.

Reporter : Denny