Diduga Tidak Transparan Tentang Bantuan Covid 19, Warga Minta Bupati Muaraenim Nonaktifkan Kades Segayam

1,936

MAKLUMATNEWS.com, MUARAENIM — Diduga tidak transparan dalam pembagian Bantuan Covid-19, warga Desa Segayam Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim melayangkan Surat permohonan penonaktifan Kepala Desa Segayam ke Bupati Muaraenim.

Bahkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Segayam bersama masyarakat melanjutkan tuntutan masyarakat ke Bupati Muaraenim untuk menonaktifkan Kepala Desa Segayam.

Bupati Muara Enim dan Kapolres Muara Enim saat mengunjungi warga dan menjanjikan akan Menurunkan Inspektorat untuk mengusut tuntunan Warga Desa Segayam setelah aksi Demo Masyarakat di rumah kades. Jum’at, (22/5/2020). IST

“Kemarin tanggal 22 Mei 2020 setelah aksi warga demo di depan Rumah Kades Segayam, Bapak Bupati dan Bapak Kapolres Muaraenim datang ke Desa Segayam dan menjanjikan untuk menurunkan Inspektorat untuk mengusut tuntas kasus yang di tuntut oleh masyarakat, namun sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya, makanya kami kembali menyurati Bupati Muaraenim untuk segera menonaktifkan Kepala Desa Segayam, untuk mencegah Aksi Demo yang lebih besar dan ditakutkan bersifat anarkis” ujar anggota BPD Desa Segayam.

Kepada media Ketua BPD Desa Segayam Malani menduga pemerintah Desa Segayam tidak transparan dalam memberikan informasi mengenai penerima bantuan masyarakat yang terdampak Covid-19 dan di tambah beberapa kasus yang menjerat Kades Segayam.

“Alhamdulillah surat Laporan sudah sampai ke bapak Bupati Muaraenim, beliau mengatakan akan menindak lanjuti dalam waktu satu minggu ke depan, kami harap warga tetap tenang dan kita tunggu proses dari aparat penegak hukum” kata anggota .

Sebelum laporan ini dibuat, anggota BPD dan masyarakat sudah melakukan musyawarah di Balai Desa Segayam untuk mengambil keputusan yang di sepakati oleh seluruh warga Desa Segayam.

“Kami sudah melampirkan Berita Acara Musyawarah Desa yang kami laksanakan bersama Seluruh masyarakat Desa Segayam, jadi surat ini adalah Keputusan Bersama bukan atas dasar kepentingan pribadi atau pun kelompok tertentu” ujar Anggota BPD dan Masyarakat desa Segayam yang diwakili Zainuna.

Disebutkan, ketika pandemi Covid-19 berdampak ke warga, mereka sangat berharap bantuan tersebut bisa di rasakan oleh mereka dan juga informasi mengenai penerima bantuan sangat di cari-cari oleh warga namun pemerintah Desa Segayam seperti menutupi dan terkesan menyembunyikan informasinya.

“Kades atau Perangkat Desa tidak pernah menempelkan atau mengumumkan penerima bantuan covid-19, kami juga tidak pernah di ajak musyawarah dalam menentukan penerima BLT dana desa maupun jenis bantuan yang lain, padahal seharusnya kami selaku anggota BPD harus dilibatkan untuk musyawarah dalam setiap ada kebijakan Pemerintah Desa” ujar Zainuna selaku BPD.

Sebelumnya warga Desa Segayam beramai-ramai datang kerumah kepala desa untuk bertanya mengenai bantuan bagi warga yang terdampak covid-19 dan ingin minta kejelasan dari sang Kepala Desa.

“Kami datang atas dasar motivasi diri sendiri tidak ada yang mengajak atau pun provokator niat kami hanya untuk bertanya siapa saja yang menerima bantuan covid-19 ini, karena menurut kami bantuan yang dibagikan oleh pemerintah desa tidak merata dan tidak tepat sasaran” kata warga yang ikut kerumah kades, Kamis, (21/5/20)

Warga sempat berdiskusi dengan kepala Desa dan seluruh perangkat desa, namun warga merasa tidak puas dengan jawaban Kades Segayam saat ditanya oleh warga.

“Kades tidak bisa menunjukkan data-data yang valid penerima bantuan Covid-19 ini padahal bantuannya sudah dibagikan ke warga beberap hari yang lalu, malah kades memberikan data namun data tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan” ujar warga saat di rumah Kades Segayam.

Pihak pemerintah Desa Segayam, hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai tanggapannya. Rills

Editor : Sgw