Hoax !!! Kabar Arab Saudi Gelar Haji 2020 dengan Kuota Terbatas

137

 

MAKLUMATNEWS.com – Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali membantah kabar bahwa Arab Saudi akan menggelar haji 1441H/2020M dengan pembatasan kuota hanya 20%.

Endang mengatakan bahwa pihaknya telah mengkonfirmasi berita tersebut kepada Dirjen Haji Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Husein Syarif.

Menurut dia, kabar pembatasan kuota hanya 20% tidak benar dan Saudi belum mengumumkan informasi resmi apapun.

“Informasi tentang 20% itu tidak benar. Belum ada keputusan apapun sampai saat ini,” tutur Endang, Jumat, 12 Juni 2020, menerjemahkan komunikasi berbahasa Arab antara dirinya dengan Husien Syarif, sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari Kabar24.com.

Endang menambahkan, kasus positif Covid-19 di Arab Saudi masih tinggi. Angkanya tembus 3.000 kasus perhari sejak tiga hari terakhir.

Pada 2 Juni 2020, Kementerian Agama telah memutuskan untuk membatalkan keberangkatan jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 1441H/2020M. Keputusan itu diumumkan Menag Fachrul Razi dan tertuang dalam Keputusan Menteri Agama No 494 Tahun 2020.

Selain Indonesia, ada sejumlah negara lain yang juga sudah memutuskan untuk membatalkan keberangkatan jemaah. Negara tersebut antara lain Mesir, Singapura, India, Brunei Darussalam, Uzbekistan, Malaysia, dan Afrika Selatan.

Hal senada juga ditegaskan Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi. Dia menyampaikan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoax lantaran belum adanya keterangan resmi pemerintah Arab Saudi

“Ini hoax, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi,” ujar Syam, Jumat, 12 Juni 2020 sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari MoeslimChoice.com.

Dia meyakini pemerintah Arab Saudi bakal memberikan informasi akurat mengenai pembukaan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini kepada pemerintah. Hal ini mengingat Indonesia merupakan penyumbang jemaah haji terbanyak dalam pelaksanaan tahunannya.

“Saya yakin Kemenag dan KBRI punya hubungan baik dengan Kerajaan Arab Saudi,” tandasnya.

Belakangan, Kerajaan Arab Saudi dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk tetap melaksanakan ibadah haji tahun ini. Hanya saja, kuota ibadah haji hanya diberikan 20 persen dari kuota reguler setiap negara mengingat pandemik Covid-19 yang belum berlalu.(*)

Editor : Aspani Yasland