Uang Untuk Bantuan Covid 19 Diembat Dari Kantor Bapaknya, Nanda Ditangkap Polisi

1,061

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANG — Nanda (24) oknum anak Kepala Kantor Pos Sungai Buah Kelurahan Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang ditangkap polisi. Nanda yang beralamat di Padat Karya Sukabangun Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami ini dilaporkan telah mencuri uang bantuan bagi warga terdampak Covid-19 senilai Rp163.500.000.

Kapolsek Kalidoni AKP Irene menceritakan tertangkapnya tersangka Nanda dimulai saat aksinya di Kantor Pos Sungai Buah Kelurahan Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang.

“Tersangka mengambil kunci motor bersamaan dengan kunci kantor pos yang terdapat di dalam tas ayahnya Haris Fadilah,” katanya.

Setelah berhasil mengambil kunci motor dan kunci kantor pos kemudian anaknya langsung menuju lokasi dan membuka pintu kantor. Tersangka berhasil mengambil uang bantuan Covid-19 di lemari penyimpanan dalam kantor pos Sungai Buah.

Kemudian setelah itu juga tersangka langsung mengunci kembali seperti semula dengan menaruhkan uang tersebut ke dalam jok motor.

“Uang tersebut digunakan untuk bermain trader online seperti saham online yakni aplikasi Binomo di akunnya dengan cara mentransfer uang tersebut.
Dan sebagian uangnya diberikan kepada ayahnya,” ujarnya, Kamis (18/6/2020).

Sementara Haris Fadilah, ayah tersangka baru mengetahui setelah keesokkan harinya Kamis (11/6/2020) saat mengecek uang tersebut di lemari penyimpanan dan sontak ia terkejut uang dana covid-19 senilai Rp163.500.000 raib.

Akibat dari kejadian ini, ayahnya langsung melaporkan peristiwa tersebut dan menyerahkan anaknya yang mencuri uang bantuan covid-19.

“Atas perbuatannya, tersangka terjerat pasal 363 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ungkapnya.

Sementara itu, di Mapolsek Kalidoni Palembang, tersangka hanya tertunduk lesu dan mengakui perbuatannya.

Ia terpaksa mengambil uang tersebut dikarenakan sudah satu bulan tak bekerja lagi sebagai dampak pandemi Covid-19

“Uangnya saya gunakan untuk bermain trading. Sebenarnya sudah cair uang itu namun pada saat penarikan pending,” tuturnya.

Reporter : Deni Wahyudi