Mentan Syahrul Lebih Takut Lihat Orang Mati Kelaparan Daripada Mati Corona

120

 

MAKLUMATNEWS.com —  Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengemukakan, virus corona sedang melanda seluruh dunia dan membuat berbagai hal berubah, tata cara kita berkehidupan semua menjadi tidak normal. Oleh karena itu, Kementan terus bekerja keras memacu percepatan tanam demi menjamin stok beras aman.

“Tetapi dibalik corona kita tetap harus makan. Saya takut corona, tetapi saya lebih takut apabila saya menemukan orang mati kelaparan,“ tegas Mentan ketika melakukan percepatan tanam padi Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Jumat, 19 Juni 2020.

Syahrul mengatakan virus ini bisa membuat orang kalah tapi kita harus menang melawan virus ini dengan menghasilkan dan menjaga asupan pangan yang baik.

“Saya hari ini sangat semangat sekali karena Gubernurnya sangat agresif. Saya pun jadi lebih agresif untuk terus mendorong demi kemajuan pertanian di seluruh wilayah di Provinsi Lampung karena mempunyai potensi yang besar untuk bisa menyumbangkan produksi nasional,“ tuturnya sebagaimana dikutip MAKLUMATNEWS.com dari SuaraKarya.id.

Perlu diketahui, Gerakan Percepatan Tanam Padi sudah dilakukan sejak awal bulan ini. Jajaran di Kementan langsung turun ke lapangan memastikan semua wilayah melakukan percepatan tanam.

Pada Musim Tanam (MT) II target tanam seluas 5,6 juta hektar sehingga nantinya bulan Juli sampai Desember akan ada 12,5 juta ton hingga 15 juta ton beras. Sementara stok beras akhir Juni masih aman sebesar 6,84 juta ton.

Dikatakan, komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi beras dan percepatan tanam yakni melalui Gerakan Olah Tanah dan Tanam (GPOT), pemberian bantuan benih, alat mesin pertanian, Kredit Usaha Rakyat (KUR), asuransi pertanian dan pendampingan yang masif.

Pada tahun 2020, secara nasional pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras, sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga September 2020 ini sebesar 5,6 juta hektar.

“Indonesia diberikan banyak kelebihan untuk negeri ini. Kita memiliki matahari yang cerah, lahan yang luas, perairan yang banyak. Maka kita masyarakatnya harus menggerakkan kaki dan tangan saja untuk bisa menjalankan pertanian ini,” ujarnya penuh semangat.

“Berikan pupuk yang baik, bibit yang bagus dan lakukan manajemen dengan baik, makan kita tidak mungkin susah,” ujarnya.

Mentan berharap di masing-masing daerah yang mempunyai potensi luas lahan yang ada dapat dimaksimalkan. Yakni melalui peningkatan Indeks Pertanaman dengan cara percepatan pengolahan lahan sehingga dapat segera melakukan tanam padi, pemanfaatan jaringan irigasi yang telah dibangun, dan perluasan di areal baru pada lahan kering, lahan rawa-lebak, dan hasil cetak sawah.

“Kami juga berharap untuk para petani tidak menjual gabahnya, tetapi akan lebih bagus kalau para petani menjual beras. Untuk itu benahi RMU, sarana dan prasarana dilengkapi. Pakailah alat alat yang modern. Itu bemua bisa didapatkan melalui KUR,” ucapnya.

Guna mewujudkan kemandirian pangan SYL menegaskan sasaran tanam padi 2020 ini cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya. Langkah nyata yang diambil guna mewujudkan hal ini adalah pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan.

Di tempat yang sama, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi perhatian Kementan dalam menggenjot produksi pangan khususnya padi di daerahnya. Dia pun mendukung sepenuhnya program Kementan. Kabupaten Lampung Tengah ini tergolong sentra produksi yang bisa diharapkan untuk menambah pasokan beras nasioanl.

“Jangan pikirkan Covid tapi pikirkan menanam. Pertanian tidak mengenal libur dan istirahat dan dengan hadirnya Pak menteri kami berharap para petani semakin semangat, apapun itu halangannya baik kendala yang biasa terjadi ditambah dengan pandemi covid 19 yang saat ini sedang terjadi,” ujarnya. (*)

 

Editor : Aspani Yasland