Ratusan Massa Aksi Damai Masyarakat Sumsel Bersatu Unjuk Rasa Tolak RUU HIP

39

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANG –Ratusan massa aksi damai Gerakan Masyarakat Sumsel Bersatu Mengawal Fatwa MUI melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dan Melawan Kebangkitan Faham Komunisme di kantor DPRD Provinsi Sumsel, Jumat (26/6/2020).

Menurut pantauan wartawan AssajidinGroup, aksi unjuk rasa di tengah pandemi Covid-19 itu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan membawa poster berisikan penolakan RUU HIP pancasila. Aksi demo tersebut di kawal langsung oleh anggota kepolisian poltabes Palembang.

Drs. H. Umar Said selaku penangung jawab aksi saat di wawancarai terkait hasil negosiasi kepada Ketua DPRD Provinsi Sumsel mengungkapkan mendukung maklumat MUI atas penolakan RUU HIP karena ada pasal pasal pancasila yanh bertentangan dan sudah ada mediasi terkait rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (UU HIP).

” Alhamdulillah Ketua dan seluruh fraksi hadir, sepakat untuk menghentikan pembahasan rancangan UU HIP. Tetapi kami sangat kecewa fraksi PDIP tidak hadir, ini yang kami kecewakan sebab ketidak hadiran fraksi PDIP, seandainya fraksi PDIP hadir itu akan menjadi legal dan akan menjadi baik. Kami bersyukur semua fraksi hadir dan sepakat,” ungkap Umar Said.

Umar Said menjelaskan bahwa aksi ini mengawal maklumat mejelis ulama pusat, dan maklumat itu sudah tersampaika,

“apabila RUU HIP ini tetap di sah kan, maka majelis ulama pusat akan mengangkat panglima aksi untuk mengerahkan massa berjuang habis habisan, namun kita tetap menunggu hasilnya,” kata Umar Said.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan terus mengawal dan terus memonitor hasil aksi tersebut. Jika ternyata tetap dibahas, maka akan melakukan aksi yang lebih besar dari hari ini.

“Kami sangat senang apabila terus bergelombang, karena pemerintah kita ini tidak bisa mau mendengar ruang ruang tertutup, hanya dengan frizer kekuatan massa itu lah mereka akan merubah sikap,” tegasnya.

Umar Said berharap, semoga Allah memberi hidayah kepada mereka bahwa RUU HIP justru akan mendatangkan mudhurod bahaya yang lebih besar untuk negeri ini.

“Kita doakan agar mereka sadar bahwa Pancasila itu sudah final, tidak perlu jadi triesila juga tidak perlu ekasila apalagi asusila,” tutup Umar Said.

Sementara itu, Kedatangan perwakilan massa diterima langsung oleh ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringjati SH MH dan sejumlah anggota DPRD Sumsel lainnya.

“Apa yang menjadi aspirasi ini akan kami sampaikan baik melalui partai maupun ke DPR RI. Intinya bukan menunda tapi membatalkan RUU HIP,” ungkap Anita.

Reporter :Tri Jumartini