Meskipun Cacat, Ibrahim Bisa Mencari Nafkah Sebagai Tukang Service HP

11

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANG –Memiliki keterbatasan fisik tidak membuat Ibrahim (58) patah semangat. Warga Gang Merpati Kelurahan Silaberanti, Jakabaring ini bertahun-tahun menafkahi keluarganya dengan menjadi tukang servis Handphone (HP) di Pasar Cinde.

Mencari nafkah bukanlah hal mudah dilakukan. Di dalamnya perlu diiringi dengan usaha yang kuat. Setidaknya itu yang diyakini Ibrahim. Sebagai kepala keluarga ia bekerja untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya.

Dengan menggunakan kedua tangannya meskipun terlihat tidak sesempurna kebanyakan orang, Ibrahim memperbaiki HP menggunakan peralatan mekanik yang dimilikinya. Satu buah HP bisa diselesaikan satu hari, tergantung kerusakan.

“Upahnya tidak banyak, sehari paling dapat Rp50.000. Terkadang kalau orang yang kita kenal hanya membayar dengan memberikan satu bungkus rokok,” katanya, saat disambangi ke rumahnya, Senin (29/6/2020).

Di masa pandemi ini, ia cukup dilema. Jika tetap pergi ke pasar untuk bekerja, ia khawatir dengan penyebaran virus. Sementara jika tidak membuka layanan service, tidak ada penghasilan sama sekali. “Sudah berbulan-bulan saya di rumah saja. Membuka layanan perbaikan HP ini dari rumah,” katanya.

Mendapatkan keterampilan tersebut ketika dirinya berada di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Palembang. Disana, setiap orang diajarkan keterampilan agar bisa digunakan untuk bekerja.

“Kalau mau masuk ke lapangan pekerjaan, kami sangat sulit dapat bahkan mungkin tidak ada yang terima. Makanya dengan keterampilan seperti ini kita bisa menopang hidup kita meski masih kurang dari kata cukup,” katanya.

Menurutnya, bantuan modal usaha untuk membeli alat yang modern sangat dibutuhkannya. Sehingga ia meminta kepada Pemerintah Kota Palembang untuk mendukungnya. “Meskipun berkekurangan tapi dengan bantuan pemerintah semoga meringankan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, dirinya telah memberikan bantuan kepada Ibrahim. Terutama dirinya sebagai penyandang disabilitas dan usaha yang dimilikinya telah bertahun-tahun.

“Kita punya program pinjaman modal usaha Rp3 juta diperbolehkan untuk semua usaha kecil tanpa bunga dan syarat agunan. Jadi setiap bulan, peminjam hanya membayar Rp250 ribu. Ini bisa dimanfaatkan karena kuotanya masih sangat banyak,” katanya.

Reporter : Kamayel Ar-Razi