10 Daerah Terima Dana Karhutla, Total Rp45 Miliar

16

MAKLUMATNEWS.com,PALEMBANG — 10 daerah yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima bantuan dana Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) sebesar Rp45 Miliar. Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat diwawancarai sesuai memimpin apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulanhan Karhutla Tahun 2020 di Kebun Raya Sriwijaya di Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/06/2020).

Deru mengatakan, Pemprov Sumsel menyerahkan bantuan dana Karhutla untuk 10 daerah yang ada di Provinsi Sumsel. “Hari ini kita menyerahkan bantuan dana Karhutla untuk 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumsel,” katanya.

Adapun besaran dana bantuan Karhutla yang diserahkan pihaknya sebesar Rp45 Miliar. “Dana sebesar Rp45 Miliar ini untuk dibagi ke 10 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel yang dianggap rawan akan Karhutla dan dibagi secara proposional,” ujar Deru.

Deru menjelaskan, bantuan dana sebesar Rp45 miliar tersebut diperuntukan untuk membeli alat serta pelengkapan dalam penanganan Karhutla di daerah masing-masing. “Saat ini peralatan yang ada di kabupaten telah usang dan tidak sesuai dengan standar. Maka dari itu kita minta kepada kabupaten untuk membeli alat yang tidak habis pakai termasuk layar ISPU yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang indeks pencemaran udara,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, pihaknya telah menjadikan para bupati yang ada sebagai Dansatgas di setiap daerahnya masing-masing dan juga termasuk ke dalam gugus tugas provinsi. “Dalam kegiatan apel ini juga saya mengajak para bupati untuk melihat langsung TNI, Polri, masyarakat relawan dalam bekerja sehingga dapat diturunkan ke daerahnya masing-masing,” ungkap Deru.

Deru menambahkan, dieinya juga menghimbau agar rencana dan upaya pengendalian Karhutla harus dilaksanakan ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota hingga tingkat desa. “Peran kepala desa dalam hal ini juga penting dalam pengendalian Karhutla harus diawasi pelaksanaanya dan harus terus dievalusi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Ansori mengatakan, pihaknya mencatat dari periode Januari hingga Juni 2020 total ada 1.868 titik panas yang muncul di Sumsel. “Dari jumlah titik panas terbanyak terjadi pada Maret berjumlah 475 titik yang didominasi berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),” katanya.

Lanjutnya, Berdasarkan prediksi dari BMKG musim kemarau di Provinsi Sumsel sudah masuk di beberapa wilayah sejak akhir Mei lalu hingga Juni ini secara bertahap. “Tapi prediksi kami musim kemarau tahun ini akan lebih pendek dibandingkan tahun lalu,” ujar Ansori.

Reporter : Maulana