MOZAIK ISLAM

Tetap Berada di Jalan yang Lurus

Oleh Aminuddin
Pemerhati Keislaman

SEJAK bulan Desember tahun 2021 kemarin banjir melanda di berbagai tempat di Tanah Air. Tak terkecuali Palembang, ibu kotanya Provinsi Sumatera Selatan.

Sedikitnya ada 17 titik lokasi banjir di kota wong kito ini, di antaranya Perumahan Graha Sukawinatan Per mai RT103 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, jalan Cendana Meranjat Raya, RE. Martadinata, Sersan KKO Badaruddin, Yayasan I, Arafuru, Urip Sumoharjo, dan RW. Monginsidi.

Kemudian jalan Residen Abdul Rozak, H.M Noerdin Pandji, Husni Tamrin, AKBP H. Umar, Balap Sepeda, Perumahan Arsenio Residence 4 Gang Kecamatan Sukarami, Komplek Griya Mutiara 2, Sukabangun II Soak Simpur Lorong Dahlia, dan Pangeran Ayin Kecamatan Sako.

Shirathal Mustaqim

Selain sabar dan terus berdoa yang diiringi ikhtiar, terutama buat saudara-saudara kita yang terdampak banjir, tetaplah berada di jalan yang lurus.

Apa itu jalan yang lurus?

Menurut Imam Ibnul Jauzi rahimahullah ada empat perkataan ulama tentang makna shiratal mustaqim:
Pertama. Maksudnya adalah kitabullah. Ini merupakan pendapat yang diriwayatkan oleh sahabat ‘Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua. Maknanya adalah agama Islam. Ini merupakan pendapat Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Al Hasan, dan Abul ‘Aliyah rahimahumullah.

Ketiga. Maksudnya adalah jalan petunjuk menuju agama Allah. Ini merupakan pendapat Abu Shalih dari sahabat Ibnu ‘Abbas dan juga pendapat Mujahid rahimahumullah.

Keempat. Maksudnya adalah jalan (menuju) surga. Pendapat ini juga dinukil dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma. ( Lihat Zaadul Masiir).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah mengatakan “Shiratal mustaqim adalah jalan yang jelas dan gamblang yang bisa mengantarkan menuju Allah dan surga-Nya, yaitu dengan mengenal kebenaran serta mengamalkannya” (Taisirul Kariimir Rahman).

Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan, “ Yang dimaksud dengan shirat (jalan) di sini adalah Islam, Al-Quran, dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketiganya dinamakan dengan “jalan” karena mengantarkan kepada Allah Ta’ala.

Sedangkan Al Mustaqim maknanya jalan yang tidak bengkok, lurus dan jelas yang tidak akan tersesat orang yang melaluinya” (Duruus min Al Qur’an 54).

 

6 Tips

 

1. Memahami Dua Kalimat Syahadat dengan Baik

Tips tetap istiqomah yang pertama adalah dengan memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar. Dengan memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan benar, Allah SWT akan teguhkan iman seseorang di dunia dengan terus beramal sholeh, serta dimudahkan di akhirat ketika menjawab pertanyaan malaikat.

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Q.S. Ibrahim: 27).

Tafsiran ayat “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh …” dijelaskan dalam hadits berikut.“

Jika seorang muslim ditanya di dalam kubur, lalu ia berikrar bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka inilah tafsir ayat: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan memahami makna dua kalimat syahadat dengan benar, maka seseorang tentu akan menjalankan setiap perintah Allah SWT, serta juga akan patuh terhadap apa yang dilarang oleh Allah SWT.

2. Mengkaji Al-Quran dengan Menghayatinya

Tips tetap istiqomah yang kedua adalah dengan mengkaji Al-Quran dengan menghayatinya dan merenungkannya. Al-Quran adalah petunjuk hidup bagi setiap muslim yang hatinya sedang dilanda keraguan.

BACA JUGA  Sekilas Tentang Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

Itulah kenapa Al-Quran diturunkan secara beangsur-angsur untuk meneguhkan hati Rasulullah SAW sebagaimana yang tertuang dalam ayat berikut:

“Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al-Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar).” (QS Al Furqon: 32)

Allah SWT juga menjelaskan bahwa Al-Quran dapat meneguhkan hati orang beriman dan menjadi petunjuk kepada jalan yang lurus.

“Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril)11 menurunkan Al- Quran itu dari Rabbmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.” (QS An Nahl: 102).

 

3. Iltizam

Tips tetap istiqomah yang ketiga adalah dengan iltizam atau berkomitmen dalam menjalankan perintah Allah SWT. Seseorang dituntun untuk konsekuen dalam menjalankan setiap amalan. Ini karena Allah juga mencintai seseorang yang konsekuen dalam beramal daripada yang hanya sesekali melakukannya.

Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan amalan yang sedikit tapi konsekuen dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, dzikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Sang Kholiq Subhanahu wa Taala.

“Amalan sedikit namun konsekuen dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang sedikit namun sesekali saja dilakukan,” kata An-Nawawi.

Selain dicintai oleh Allah SWT, amalan yang dikerjakan secara terus menerus juga akan mencegah futur atau jenuh dalam beramal.

 

4. Menjadikan Kisah Orang-orang Saleh sebagai Teladan

Tips tetap istiqomah yang keempat yaitu dengan menjadikan kisah orang-orang saleh sebagai teladan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membaca kisah-kisah para sahabat atau orang-orang saleh lainnya.

Anda tidak perlu repot-repot mencari buku tentang kisah orang saleh. Karena di dalam Al-Quran juga sudah banyak diceritakan kisah-kisah tentang para nabi, rasul, dan orang-orang yang beriman.

Kisah-kisah inilah yang digunakan Allah SWT untuk meneguhkan hati Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman:

“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (Q.S. Hud: 11).

Basyr bin Al Harits Al Hafi pernah berkata,“Betapa banyak manusia yang telah mati (yaitu orang-orang yang saleh) membuat hati menjadi hidup karena mengingat mereka. Namun sebaliknya, ada manusia yang masih hidup (yaitu orang-orang fasik) membuat hati ini mati karena melihat mereka.”

 

5. Memperbanyak Doa kepada Allah SWT

Tips tetap istiqomah yang kelima yaitu dengan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita meminta dan memohon pada Allah SWT untuk diberi hati yang teguh dalam menjalankan perintahnya.

Allah SWT juga memuji orang beriman yang selalu berdoa kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman saat menghadapi ujian.

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir‘. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS Ali Imran: 146-148).

BACA JUGA  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1445 H Jatuh pada 12 Maret 2024

Doa yang paling sering dipanjatkan oleh Rasulullah SAW adalah :

Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

Ketika Ummu Salamah menanyakan kepada Rasulullah SAW, kenapa beliau sering membaca doa tersebut, Nabi SAW menjawab :

“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.” (HR. Tirmidzi).

 

6. Bergaul dengan Orang-orang Saleh

Tips tetap istiqomah yang terakhir adalah bergaul dengan orang-orang saleh. Dalam Alquran, Allah SWT menjelaskan bahwa salah satu penyebab kuatnya iman para sahabat adalah keberadaan Rasulullah SAW di tengah-tengah mereka.

“Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nyapun berada di tengah-tengah kalian? Dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS Ali Imran: 101).

Rasulullah SAW juga mengajarkan agar kita bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering memberi nasehat yang bermanfaat.

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan bahwa hadits ini menunjukkan larangan untuk berteman dengan orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Hadits ini juga mendorong agar kita bergaul dengan orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.

 

Jalan Lurus

“Wahai ayahku, Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutlah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.” (QS Maryam: 43)

 

“Katakanlah (Muhammad), “Masing-masing (kita) menaati, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus, dan siapa yang telah mendapat petunjuk.” (QS Thaha : 135)

 

“Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.” (QS Al-Insan : 3)

 

” Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Quran) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Quran itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.”

 

“(Yaitu) jalan Allah yang milik-Nya lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, segala urusan kembali kepada Allah.” (QS Az-Zukhruf :52-53)

___________

Sumber Literasi

– Medcom.id
– Muslim.or.id
– Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button