SUMSEL

Tokoh Masyarakat Muba Temui  Gubernur Sumsel Menyampaikan Beberapa Permasalahan

Warga Minta PT MEP Ditutup Karena Tidak Maksimal

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG – Para tokoh masyarakat  Kabupaten Musi Banyu Asin (MUBA) bersama Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ahmad Thoha S.PdI, M.Si menemui Gubernur Sumsel, H Herman Deru di Kantor Pemprov Sumsel, Selasa (18/01/2022).

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumsel asal daerah pemilihan Muba, Ahmad Thoha SPdI MSi mengatakan, dirinya bersama  tokoh masyarakat  Muba menemui Gubernur Sumsel, H Herman Deru dalam rangka Silaturahmi sekaligus menyampaikan beberapa permasalahan di antaranya masalah kelistrikan di wilayah Kabupaten MUBA.

“Ada beberapa permasalahan yang harus disampaikan kepada Bapak Gubernur, di antaranya masalah normalisasi sungai, masalah gas masuk rumah, masalah tenaga kerja, masalah jalan Lintas Timur yang memprihatinkan, dan terakhir masalah tower atau signal,” kata sosok yang akrab dipanggil Ustad Toha ini.

Hal yang paling kursial menurut Ustad Toha adalah masalah listrik yang selama ini dikelola oleh PT Muba Energi Power yang tidak maksimal pelayanannya, sementara listrik PLN tidak bisa diakses karena pengelolaan dan pelayanan energi listrik murni dikelola oleh PT MEP. Masyarakat meminta agak PT MEP ditutup saja karena tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. “ Harga mahal, pelayanan jelek,” ujar Toha.

Selain itu masyarakat Muba meminta pemerintah segera melakukan perbaikan jalan lintas yang hingga kini belum maksimal. Wargapun meminta bantuan Gubernur untuk untuk memperhatikan rakyat Muba agar perusahaan yang beroperasional di daerah Muba memaksimalkan putra daerah untuk bekerja pada perusahaan tersebut. Tak ketinggalan warga juga meminta perhatian soal signal selular yang selama ini juga bermasalah. Hal ini penting karena terkait pembelajaran dimasa pandemi saat ini.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, tokoh masyarakat Tungkal Jaya Kabupaten Muba dan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumsel, Ahmad Thoha SPdI MSi menemui dirinya untuk bersilaturahim dan juga menyampaikan aspirasinya. “Kami berdiskusi tentang kebutuhan masyarakat Kabupaten MUBA terutama pada kondisi saat ini, banyak hal yang harus dipertahankan dan diubah. Untuk yang baik dan berkaitan dengan kebutuhan masyarakat harus dipertahankan dan untuk yang kurang baik agar segera diperbaiki seperti masalah Listrik,” katanya.

BACA JUGA  Kepada BPKP Sumsel, Gubernur Herman Deru Minta Harus Ada Regulasi Spontanitas Agar Tidak Melanggar Dalam Inovasi Pembangunan

Dijelaskannya, 7 Kecamatan di Kabupaten MUBA selama ini untuk penggunaan listrik dibawah naungan PT Muba Elektrik Power (MEP) cara ini digunakan Bupati untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat terhadap energi listrik. Secara moril PLN tidak bertanggung jawab untuk permasalahan listrik yang terjadi.

“Untuk permasalahan listrik yang terjadi apabila murni laporan ini atas aspirasi dari masyarakat setempat, maka para Tokoh Masyarakat, Kepala Desa serta Camat segera mengahadap Saya kemudian buat pernyataan dan permohonan untuk pemindahan PT MEP ke PLN yang ditujukan kepada Saya sehingga dapat menjadi dasar Saya untuk memfasilitasi persoalan tersebut,” jelas Deru.

Deru mengungkapkan, dirinya menyarankan untuk permasalahan signal karena Masyarakat masih banyak yang awam masalah signal maka pejabat setempat dapat melakukan test jaringan di beberapa titik keluhan. “Selanjutnya untuk permasalahan yang lain akan disuratkan ke Dinas yang terkait untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Reporter : Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button