EKONOMI

Di momen Low Season, Hotel Al-Furqon Palembang Tetap Ramai

Hotel Nyaman yang Terletak Dalam Pusat Kota Palembang

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan Januari dan Februari merupakan momen Low season (tingkat kunjungan menurun) bagi okupansi (tingkat keterisian) perhotelan.

Namun, Hotel Al-Furqon di Jalan R Soekamto tetap ramai pengunjung. Hotel yang nyaman ini terletak di pusat Kota Palembang. Hotel ini dipersiapkan sebagai tempat menginap bagi wisatawan yang hendak berbisnis dan berekreasi.

Berada 30 menit dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin 2 dan dikelilingi oleh berbagai pusat kebudayaan dan kuliner di daerah tersebut.

Owner Hotel Al-Furqon Desmawati menerangkan, hotel ini memiliki fasilitas yang tak kalah dengan hotel lainnya, seperti WiFi gratis, dilengkapi dengan keamanan cctv, area lounge, ruangan khusus merokok dan lainnya.

Tipe kamar hotel ini diantaranya standar twin, deluxe twin, standar double, suite deluxe, juga single. “Alhamdulillah kondisi okupansi hotel ramai dibandingkan bulan lalu,” katanya.

Untuk harga permalamnya, tipe standar twin dan double Rp195 ribu, Deluxe twin dan double Rp225 ribu, suite double Rp275 ribu, non AC Rp125 ribu dan tipe standar untuk 2 orang dewasa, jika tambah extra bed Rp110 ribu.

Ketua PHRI Sumsel Kurmin Halim mengatakan, meskipun saat ini penerapan aturan PPKM sudah dilonggarkan 75% kunjungan hotel dan restoran. Artinya para pengusaha memiliki peluang untuk memperbaiki stabilitas perekonomian yang sempat anjlok saat puncak Covid di awal 2020 sampai pertengahan 2021.

“Okupansi hotel sudah membaik di akhir tahun 2021. Namun kemudian menghadapi low season yang setiap tahunnya terjadi di Januari – Februari,” katanya.

Selama akhir tahun lalu, okupansi perhotelan 70% bahkan beberapa sampai 100%. Semoga ekonomi perhotelan membaik untuk mendukung low season awal tahun.

BACA JUGA  Faktor Covid-19, Menurun Jumlah UMKM Penerima Bantuan Kredit Tanpa Agunan

Low season sendiri dimana minimnya kegiatan yang dilakukan oleh korporasi, pemerintah juga individu di perhotelan. Hal ini dipastikan tingkat hunian hotel juga menurun.

Reporter : Piitria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button