PENDIDIKAN

Mendukung Program Pemerintah Tingkatkan Imunitas Siswa,  SDIT Al Furqon Kembali Gelar Vaksinasi

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Sekolah Dasar  Islam Terpadu (SDIT) Al-Furqon Palembang melaksanakan vaksinasi bagi siswa kelas 2, 4 dan 5 bertempat di gedung serbaguna Al Furqon,  Kamis (27/1/2022). Ratusan sangat siswa antusias mengikuti kegiatan vaksinasi tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDIT Al Furqon,  Firmansyah SPd mengatakan,  SDIT Al Furqon menerapkan kebijakan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan vaksin untuk anak usia 6-11 tahun. Untuk temaga medisnya bekerjasama dengan RS Bayangkara.  “Hari ini kita melaksanakan vaksinasi untuk siswa kelas 2,4 dan 6. Ada 253 siswa yang mengikuti vaksinasi. Kegiatan vaksinasi ini dalam rangka mendukung program pemerintah dalam meningkatkan imunitas siswa,” ujarnya saat diwawancarai disela kegiatan vaksinasi.

Pada tanggal 20 Januari 2022 lalu, sambung Firmansyah, telah dilaksanakan vaksinasi siswa SD kelas 1,3 dan 6. “Jadi kegiatan vaksinasi ini kita buat bertahap. Untuk total siswa yang sudah divaksin sudah mencapai sekitar 450 siswa di sekolah. Total siswa SDIT Al Furqon mencapai 800 siswa.   Namun sudah ada siswa yang mengikuti vaksinasi secara mandiri, ” ucapnya.

“Siswa yang mengikuti vaksinasi di sekolah,  kita sudah meminta persetujuan dari orang tua siswa.  Sehingga tidak ada pemaksaan harus mengikuti vaksinasi di sekolah. Bagi yang setuju anaknya divaksin ada surat pernyataan,  bagi ysng tidak mau apalagi kondisi kesehatan anaknya tidak memungkinkan divaksin,  tidak dipaksakan, ” tambah Firmansyah.

Siswa yang akan divaksin disini,  sambung dia,  juga dilaksanakan skrining. Bagi yang sedang sakit flu,  atau lainnya kalau kondisi badan tidak fit maka tidak jadi vaksin.

“Bagi yang belum vaksin.  Tidak ada diskriminasi dalam mengikuti pembelajaran.  Tetap bisa belajar normal dengan protokol kesehatan seperti biasa,” bebernya.

BACA JUGA  Universitas PGRI Palembang Siap Buka Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Kedokteran

Saat ini,  lanjut  Firmansyah, pembelajaran masih memberlakukan 50  persen pembelajaran tatap muka,  dan 50 persen daring. “Harapan kita setelah siswa divaksin,  kita bisa melaksanakan PTM secara penuh 100 persen.  Hanya saja jam belajarnya tidak lebih dari 6 jam. Jika tidak ada kendala,  Senin mendatang kita akan mencoba PTM 100 persen,” paparnya.

Sementara itu,  salah seorang orang tua siswa,  Rani menuturkan,  mengizinkan anaknya mengikuti vaksinasi covid-19 untuk menambah imunitas anak. “Kalau sudah divaksin,  kita tidak was-was anak mengikuti PTM.  Vaksin ini untuk mengantisipasi covid,” tandasnya.

Reporter : Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button