MOZAIK ISLAM

Sirah Nabawiyah di Bulan Rajab, dari Isra Miraj hingga Runtuhnya Khilafah Turki Utsmani

MAKLUMATNEWS.com —  Tak terasa saat ini sudah masuk bulan Rajab 1443 H. Bulan Rajab termasuk bulan-bulan yang diharamkan, setelah bulan Muharram, Zhulhijjah dan Zhulqaedah.  Banyak sirah nabawiyah di bulan Rajab,  yang dapat menjadi pelajaran dan tuntunan buat umat Islam.

Bulan Rajab yang merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriyah atau Qamariyah merupakan bulan yang penuh keberkahan dan sangat dimuliakan bagi umat Islam. Selain itu, bulan Rajab juga menjadi bulan yang penuh perjuangan bagi umat Islam pada masa lalu untuk menegakaan kebenaran.

Sejarah di bulan Rajab merupakan peritiwa sejarah besar yang terus dikenang dan diperingati, meskipun peristiwa tersebut sudah melewati ribuan tahun, berikut sejarah yang terjadi di bulan Rajab.

Pertama, peristiwa sejarah di bulan Rajab adalah Isra’Mi’raj, peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW pada 27 Rajab tahun ke-10 kenabiannya, dari Masjid Al-Haram menuju Masjid Al-Aqsha, yang dilanjutkan ke langit menghadap Allah SWT untuk menerima perintah salat 5 waktu.

Kedua, pada 13 Rajab lahir Ali bin Abi Thalib, sekitar 23 tahun sebelum hijriah/599 Masehi di Makkah, wilayah Hijaz, Jazirah Arab. Ali bin Abi Thalib merupakan sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW, setelah menikah dengan Fatimah Az Zahra. Ali bin Abi Thalib menjabat sebagai khalifah keempat pada tahun 656 M hingga tahun 661 M dan meninggal pada tanggal 21 Ramadhan 40 H atau 661 M.

Ketiga, di bulan Rajab juga perubahan arah kibrat dari Baitul Maqdis, Masjid Al-Aqsha, ke Ka’bah di Makkah terjadi. Peristiwa tersebut terjadi setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, adapun hikmah dari perpindahan arah kiblat adalah untuk menguji keimanan umat Islam dalam beribadah kepada Allah SWT.

BACA JUGA  Mengajak Hati  untuk Tidak Marah

Keempat, pada bulan Rajab juga terjadi perang kecil utusan Rasulullah SAW, Abdullah bin Jahsy, dengan kaum Quraisy, perang antara utusan Rasulullah SAW yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy, dengan kaum Quraisy, kemudian menjadi perang besar yang disebut Perang Badar.

Kelima, pembebasan Baitul Maqdis dari cengkraman tentara Salib juga terjadi pada 27 Rajab 583 H atau 2 Oktober 1187 M. Panglima perang Islam Shalahuddin al-Ayyubi dengan pasukannya, mengepung Kota Yerussalem untuk membebaskan Baitul Maqdis yang dikuasai Tentara Salib selama 88 tahun, dengan pembebasantersebut adzan dan salat kembali dilakukan Masjid al-Aqsha.

Keenam, pada bulan Rajab tepatnya tahun 14 H atau 635 M terjadi pembebasan Kota Damaskus dari kekuasan bangsa Romawi, pasukan Islam yang dipimpin Panglima Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Khalid bin al-Walid, berhasil merebut Kota Damaskus. Kekalahan Romawi di perang Tabuk, yang terjadi pada 9 Hijriyah atau 630 M, menjadi penanda kemenangan Islam dan menodominasi kekuasannya di semenanjung Arab.

Ketujuh, setelah Kota Damaskus bebas, setahun kemudian terjadi peperangan Yarmuk di bawah pimpinan Khalid bin al-Walid yang terjadi pada bulan Rajab tahun 15 H atau 636 M.

Kedelapan, runtuhnya Khalifah Turki Ustmani atau Kesultanan Ottoman Turki juga terjadi di Bulan Rajab, tepatnya pada 28 Rajab 1342 H atau 03 Maret 1924 M.

Setelah Kesultanan Ottoman Turki runtuh, Musatafa Kemal Ataturk yang memimpin saat itu menjadikan Turki sebagai negara sekuler.

Para ulama dan kiai, pada bulan Rajab menganjurkan untuk banyak berdoa, dzikir, dan berpuasa selain meningkatkan ibadah yang lain seperti sedekah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.(*)

 

Sumber : pikiran-rakyat.com

Editor    : Aspani Yasland

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button