MOZAIK ISLAM

Merenungi Surat Rumi kepada Menantunya

MAKLUMATNEWS.com — Pagi ini saya teringat lagi potongan surat Rumi kepada menantunya, Fathimah Khotun. Surat yang ada di buku Manaqib Aflaki dan disinggung oleh Zahra Thaheri dalam buku “Kehadiran Perempuan dalam Literatur Tasawuf” juga dimuat kembali dalam buku Biografi Rumi karya Badiozzaman Foruzanfar.

————
Aku bersumpah dengan menyebut nama Tuhan, Jika kamu kecewa atas perilaku putraku, ketahuilah Aku jauh lebih bersedih. Dan Aku turut merasakan apa yang ada dalam pikiranmu…
Jika anak-ku menyakitimu, yakinlah aku akan menghapus namanya dalam hatiku, aku tidak akan menjawab salamnya, dan aku tidak akan melayat jenazahnya ketika meninggal.
Jangan bersedih, semoga Tuhan selalu bersama-mu.
———-
Surat yang indah, sebuah upaya perlindungan untuk para perempuan yang ada di sekitarnya. Seolah Rumi menyadari betul, kekerasan bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk oleh anaknya sendiri.
Rumi sampai bersumpah dengan nama Tuhan, karena memahami betul betapa persoalan ini bukanlah hal yang sederhana. Bahkan Rumi berjanji tidak akan melayat jenazah putranya jika ia menyakiti istrinya.
Dalam surat ini pun tersirat pesan Rumi kepada menantunya untuk terbuka jika terjadi kekerasan dalam rumah tangganya. Karena hubungan yang tidak sehat akan melahirkan racun dan menjadi penghalang perempuan untuk terus bertumbuh.
Surat Rumi ini memberi inspirasi kepada saya yang punya anak remaja laki-laki. Saya berupaya memberikan kehangatan dan pemahaman supaya kelak ia menjadi lelaki yang hangat dan memuliakan perempuan. Amiiiin.
Selamat hari Jumat, kawan.[Dikutip dari Fb Afifah Ahmad]
Editor : Aspani Yasland

BACA JUGA  Jika Bersyukur Hati pun Jadi Tenang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button