POLITIK

Hati -hati Cat Calling Bisa Masuk Dalam Pelecehan Seksual

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Akhir – akhir ini, Cat Calling atau salah satu pelecehan seksual dalam bentuk verbal sedang ramai di perbincangkan. Lalu apa sih cat calling itu?

Ada beberapa ucapan yang bernuansa seksual bisa berupa komentar, siulan, pujian yang membuat korban merasa dilecehkan (terganggu). Korban cat calling merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh pelaku.

“Misalnya sebuah candaan yang dianggap sepele oleh pelaku justru merupakan pelecehan. Ada ucapan misal ‘cewek, kalau ga noleh janda’ atau ada hal-hal yang sering didenger, Namun ucapan tersebut membuat korban tidak nyaman dan terganggu,”kata Dewan Pengurus WCC Kota Palembang, Yeni Roslaini Izi, Saat di Hubungi AssajidinGroup, Selasa (8/2/2022).

Cat calling juga merupakan pelecehan seksual yang dilakukan di ruang publik biasanya dilakukan di fasilitas umum seperti di dalam bis kota atau dijalanan.

“Cat calling bisa dilakukan oleh siapa saja, bisa laki-laki ataupun perempuan. Tetapi banyak mengalami menjadi korban itu adalah perempuan,”katanya

Dalam beberapa kasus cat calling, korban seringkali merasa menjadi trauma. Semisalnya ia menempuh perjalanan kerumah hanya 5 menit, tetapi karena ia sering mengalami cat calling, ia memilih putar balik jauh yang memakan waktu 30 menit sampai kerumah untuk menghindari hal itu.

Ia mengatakan, masyarakat kita pun seringkali menyalahkan korban yang menjadi pelecehan. Misalnya, korban bekerja sebagai pramuniaga yang mengharuskan pulang larut malam sehingga sering digoda atau dilecehkan oleh kelompok orang atau per orangan, lalu kemudian korban berontak dan melaporkan kasus yang dialami. Seringkali secara tidak langsung masyarakat menyalahkan korban dikarenakan jadwal pulangnya yang malam.

“Jadi, korban yang sudah menjadi korban cat calling, ketika ia mau melaporkan dan speak up, ia disalahkan karena mengapa pulang malam. dan hal ini dapat menyebabkan trauma pada korban seperti membatasi ruang geraknya dan takut jika sendirian dikatakan ‘perempuan tidak baik’ dan akibatnya menyalahkan diri sendiri,”katanya.

BACA JUGA  Kakanwil ATR/BPN Sumsel Terkesan Cuci Tangan Terkait Sengketa Tanah di Keramasan

Reporter : Trijumartini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button