EKONOMIOKU SELATAN

Minyak Goreng Sulit Didapat, Pelaku UMKM di OKUS terancam Tutup Usahanya 

MAKLUMATNEWS.com,MUARADUA — Semenjak pemerintah resmi  menetapkan kebijakan minyak goreng satu harga dalam beberapa golongon, dan kebijakan itu tidak di dukung dengan stok yang memadai menyebabkan minyak goreng sangat sulit didapatkan warga, terlebih warga yang berada di kabupaten atau kota seperti Kabupaten OKU Selatan.

Tidak hanya pelaku UMKM saja yang mengeluh sulitnya mendapatkan minyak goreng ini, ibu rumah tanggapun demikian.

Seperti yang dirasakan Rohila, ibu rumah tangga yang memiliki usaha UMKM di Desa Gunung Terang Kecamatan Buay Sandang Aji ini menuturkan,  sulitnya mendapatkan minyak goreng untuk kebutuhan produksi usaha kripik pisang miliknya.

“Dalam sehari saya membutuhkan 3 liter minyak goreng untuk menggoreng 15 kilogram pisang yang akan di jadikan kripik pisang, namun karna tidak adanya minyak goreng membuat produksi keripik pisang  berkurang,” ujarnya.

Rohila mengaku hampir satu bulan ini ia  sulit mendapatkan minyak goreng baik di toko swalayan maupun toko biasa. Ia mengaku jika keadaan akan terus begini akan berdampak  pada produksi UMKM yang ia jalankan. “ Kalau seperti ini terus, usaha saya bisa tutup,” keluh Rohila.

Tak hanya Rohila, ibu rumah tangga lainya juga mengeluhkan langkanya minyak goreng di berbagai toko maupun pasar tradisional OKU Selatan.

Desi misalnya, ibu rumah tangga ini menuturkan kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng, jika pun ada minyak goreng,  namun harganya selangit mencapai Rp23.000 per liternya.

“ Karna langkanya minyak goreng,kami selaku ibu rumah tangga harus mengirit kegunaan minyak goreng, 1 liternya kami gunakan untuk 7 hari, kalau tidak diirit bisa bisa kami kerepotan memasak di dapur,” terangnya.

Lain halnya dengan Nurwala, warga Desa Tanjung Raya ini mengaku, sejak minyak goreng sulit didapat keluarganya selalu mengolah bahan makanan terutama sayur dengan cara direbus. Langkah ini terpaksa diambil karena sedikitpun tidak ada lagi ketersediaan minyak goreng di warung – warung maupun toko swalayan. Ia berharap pemerintah OKUS melalui dinas terkait bisa tanggap mencari solusi menyikapi kelangkaan minyak goreng ini.

BACA JUGA  Pembangunan Fisik Pelabuhan Tanjung Carat Kembali Mundur

Reporter : Iskandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button