PENDIDIKAN

Siswa Tidak Mampu, Dihimbau Urus KIP Kuliah

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) resmi dibuka. Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE menghimbau kepada siswa kurang mampu untuk mengurus Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sejak sekarang agar tidak dikenakan biaya kuliah.

Hal tersebut diungkapkan Anis Saggaf saat diwawancarai usai Yudisium Fakultas Kedokteran, Selasa (15/2/2022).

Anis mengatakan, untuk SNMPTN itu sudah dibuka mulai hari ini. Untuk kuotanya sama seperti tahun lalu, hanya saja ada beberapa prodi yang meningkatkan APK.

“Saya berpesan untuk anak-anak yang kurang mampu, uruslah KIP kuliah. Jangan ketika sudah masuk kuliah baru merengek dak bisa bayar. Jadi uruslah dari sekarang, ” ujarnya.

Kepada Kepsek dan orang tua, Anis agar secepatnya mengurus KIP kuliah bagi siswa kurang mampu. “Kepada Kepsek, kalau ada siswa kurang mampu, itu daftar dan upprove. Kepsek wajib menguprove, karena kalau Kepsek tidak menguprove tidak bisa masuk, ” ucapnya.

“KIP kuliah di Unsri tahun lalu diberi kuota 900 orang. Tapi akhirnya kita dapat 1.300 orang, karena mereka memenuhi syarat semua. Jadi saya perjuangkan ke Jakarta 400 orang itu, karena mereka memenuhi syarat dan itu tanggung jawab negara memberinya, ” tambah Anis.

Namun, Anis memberikan pesan kepada orang tua siswa dan calon mahasiswa yang akan mengajukan KIP kuliah agar jangan pernah memalsukan dokumen. Karena ada tim verifikasinya. “Kalau ketahuan memalsukan dokumen itu akan kami keluarkan dari Unsri dan akan kami batalkan kuliahnya disini. Karena kami tidak mau mendidik pecundang, karena KIP kuliah itu hak orang miskin, ” tegasnya.

Oleh sebab itu, sambung Anis, pihaknya membuka pengaduan untuk yang layak mendapatkan KIP kuliah. “Bagi orang tua yang mampu, belajarlah anaknya disino dengan cara mampu. Supaya pendidikan kita bagus. Selama ini, kita bersyukur orang tua disini sudah bagus cara pemikirannya, ” tandasnya.

BACA JUGA  Penilaian Tes Jalur Mandiri Diambil dari Nilai Rata-Rata Raport dan TPA

Reporter : Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button