PAGARALAM

Pedagang Gorengan Dan Warung Makan Di Pagaralam Keluhkan Omset Menurun Karena Kelangkaan Minyak Goreng

MAKLUMATNEWS.com – PAGARALAM – Dampak kenaikan harga minyak goreng hingga terjadi kelangkaan di pasaran sejumlah warung makan serta pedagang gorengan di Kota Pagaralam mengeluhkan hal tersebut, salah satunya warung makan di wilayah Gunung dempo Kecamatan Pagaralam Selatan, (25/2).

Pedagang warung makan dan gorengan Nindia mengatakan, semenjak harga minyak goreng melambung tinggi dirinya harus mengeluarkan modal yang lebih besar akibatnya pendapatan juga otomatis menurun.

“Iya bagaimana kalau minyak mahal seperti ini bisa merugi, sementara untuk harga kami masih tetap harga lama seluruh jualan Nasi, Sayur dan Gorengan tetap harganya seperti biasa kalau dinaikan malah nambah ngak ada yang beli gimana, ” Kata dia.

Nindia juga mengeluhkan stok minyak goreng yang saat ini sulit untuk didapatkan baik di pasar modern Swalayan maupun pasar Tradisional, kalaupun ada jumlahnya tidak banyak dan cepat habis.

“Ada di pasar kalau terlambat tidak kebagian karena stoknya terbatas, juga harganya naik terus, kita sebagai pedagang jelas dirugikan kalau naik terus begini, “ungkapnya.

Sebelumnya Plt Kadisperindagkop dan UKM Kota Pagaralam, Zaily mengatakan, jika stok minyak goreng adapun hanya dalam hitungan jam sudah habis terjual. Kelangkaan ini tidak hanya terjadi di pusat perbelajaan modern, melainkan pula di pusat perbelajaan Pasar tradisional.

“Hasil pemantauan kita di lapangan, terutama di Pasar Tradisional Pagaralam, untuk Minyak Goreng kemasan sederhana kini juga sudah sulit ditemui atau tidak ada. Sedangkan untuk Minyak curah, walaupun ada tapi harga jualnya cukup tinggi, dengan kisaran harga Rp18.500 per kilogram,” Kata dia.

Diungkapkan Zaily, Hingga saat ini minyak goreng di Swalayan masih terdapat yang belum melakukan pengisian stok dari Distributornya.

BACA JUGA  Jama'ah Masjid Al-Ma'arif Numpang Sholat Idul Adha Dirumah Sekda Ternyata Ini Penyebabnya

“Kalaupun ada stoknya pasti langsung habis diburu masyarakat. Kalau pun ada, stoknya juga terbatas. Berkisar 6 hingga 10 dus saja, dengan harga jual pasaran Rp13,500 per liter hingga Rp14 ribu per liter, tergantung dengan merek kemasan masing-masing, ” ungkapnya.

Zaily menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya aksi borong minyak goreng, pihak pengelola pusat perbelajaan ritel telah menerapkan aturan yakni 1 orang hanya boleh membeli 2 liter minyak goreng kemasan saja.

“Itu aturannya 1 orang dibatasi hanya bisa membeli sebanyak 2 liter minyak goreng kemasan saja,” tutupnya.

Reporter : LianPga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button