MOZAIK ISLAM

“Saya Sudah Malu Kepada Allah untuk Minta Kurangi Lagi Sholat Lima Waktu,” ucap Rasulullah

 

MAKLUMATNEWS.com — Bulan Rajab sangat identik dengan kisah luar biasa dari Rasulullah yakni Isra’Miraj Nabi Muhammad SAW yang intinya “oleh-oleh” Sholat Fardhu lima waktu dari Allah Swt, selain Rasulullah juga diperlihatkan surga dan neraka.

Ada yang menarik dari kisah tersebut adalah proses negosiasi perintah sholat antara Nabi Muhammad SAW, Nabi Musa As dan Allah Swt.

“Saya sudah malu kepada Allah Swt untuk menawar lagi sholat lima waktu ini, untuk dikurangi lagi, maka saya terima,” begitulah kisah yang masyhur dalam sirah nabawiyah.

Sholat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang sudah akil balig. Sholat ini dikerjakan lima kali dalam sehari yakni zuhur empat rakat, ashar (empat), magrib (tiga), isya (empat) dan subuh (dua).

“Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya sholat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”. (QS. Al Isra: 78).

Kewajiban melaksanakan sholat fardhu itu terjadi pasca-Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan suci sehari semalam dari Masjidil Haram Makkah Al Mukarrahma ke Masjidil Aqsa di Palestina hingga menembus tujuh lapisan langit yang dikenal dengan peristiwa Isra’ Miraj.

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al Isra: 1)

Dalam peristiwa itu, Rasulullah SAW mendapat perintah dari Allah untuk melaksanakan sholat sebanyak 50 waktu.

Perintah tersebut kemudian diceritakan oleh Rasulullah SAW ke Nabi Musa As di langit ke enam sesuai menghadap Allah SWT. Mufasir Jalaluddin Al mahalli dalam kitab Tafsir Jalalain menerangkan, bahwa Rasulullah SAW mengatakan Allah mewahyukan kepada-nya (Nabi SAW) secara langsung, dan Dia telah (mewajibkan) kepadaku lima puluh kali sholat untuk setiap hari. Setelah itu lalu aku (Nabi SAW) turun hingga sampai ke tempat Nabi Musa (langit yang keenam). Maka Nabi Musa As bertanya kepadaku, ‘Apakah yang diwajibkan oleh Rabbmu atas umatmu?’ Aku menjawab, ‘Lima puluh kali sholat untuk setiap harinya.’ Nabi Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Rabbmu, lalu mintalah keringanan dari-Nya karena sesungguhnya umatmu niscaya tidak akan kuat melaksanakannya; aku telah mencoba Bani Israel dan telah menguji mereka.’

Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya, maka aku kembali kepada Rabbku, lalu aku memohon, ‘Wahai Rabbku, ringankanlah buat umatku.’ Maka Allah meringankan lima waktu kepadaku. Lalu aku kembali menemui Nabi Musa. Dan Nabi Musa bertanya, ‘Apakah yang telah kamu lakukan?’ Aku menjawab, ‘Allah telah meringankan lima waktu kepadaku.’ Maka Nabi Musa bertanya, ‘Sesungguhnya umatmu niscaya tidak akan kuat melakukan hal tersebut, maka kembalilah lagi kepada Rabbmu dan mintalah keringanan buat umatmu kepada-Nya.’ Rasulullah melanjutkan kisahnya, maka aku masih tetap mondar-mandir antara Rabbku dan Nabi Musa, dan Dia meringankan kepadaku lima waktu demi lima waktu. Hingga akhirnya Allah berfirman, ‘Hai Muhammad, sholat lima waktu itu untuk tiap sehari semalam; pada setiap sholat berpahala sepuluh sholat, maka itulah lima puluh kali salat. Dan barang siapa yang berniat untuk melakukan kebaikan, kemudian ternyata ia tidak melakukannya dituliskan untuknya pahala satu kebaikan. Dan jika ternyata ia melakukannya, dituliskan baginva pahala sepuluh kali kebaikan. Dan barang siapa yang berniat melakukan keburukan, lalu ia tidak mengerjakannya maka tidak dituliskan dosanya. Dan jika ia mengerjakannya maka dituliskan baginva dosa satu keburukan.’

BACA JUGA  Peringatan Isra' Mi'raj di Masjid Darunnajihin Talang Kelapa Banyuasin 

Setelah itu aku turun hingga sampai ke tempat Nabi Musa, lalu aku ceritakan hal itu kepadanya. Maka ia berkata, ‘Kembalilah kepada Rabbmu, lalu mintalah kepada-Nya keringanan buat umatmu, karena sesungguhnya umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Maka aku menjawab, ‘Aku telah mondar-mandir kepada Rabbku hingga aku malu terhadap-Nya.'” (Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim; dan lafal hadis ini berdasarkan Imam Muslim).

Sebagaimana dikutip dari Inews.id, Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak meriwayatkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan, bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda, “Aku melihat Rabbku Azza Wajalla.” Kisah ini semoga menambah dan mempertebal keimanan dengan tidak meninggalkan sholat lima waktu yang telah disyariatkan.
Sementara dalam kisah lainnya, seperti dikisahkan oleh imam Bukhari seperti ini, awalnya Nabi Muhammad menerima perintah salah sebanyak 50 waktu. Nabi pun saat itu langsung menerima perintah tersebut dan bergegas untuk beranjak.

Nabi Musa as, yang ketika itu melihat Nabi Muhammad langsung menegurnya. “Wahai Nabi, aku telah belajar dari pengalaman umat manusia sebelum umatmu. Aku pernah memimpin Bani Israil yang sangat rumit. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan,” kata Nabi Musa.
Nabi Muhammad yang sebelumnya belum terpikir akan betapa beratnya 50 waktu itu pun lalu kembali menghadap Allah atas saran Nabi Musa.
Ia kemudian meminta keringanan kepada Allah dan diturunkanlah 50 waktu itu menjadi 10 waktu salat sehari semalam. Nabi menerima, dan kembali berpapasan dengan Nabi Musa.
Nabi Musa as yang lagi-lagi mengetahui salat 10 waktu masih ragu dengan nasib kaum Nabi Muhammad.
Nabi Musa kembali menegur, “Ya Nabi, mintalah keringanan lagi.”
Nabi Muhammad kemudian kembali lagi menghadap Allah dan diterimalah perintah salat sebanyak 5 waktu sehari semalam.
Meski sudah turun sangat jauh (dari 50 ke 5) namun sebenarnya Nabi Musa masih belum yakin dengan jumlah tersebut.
Nabi Musa pun berkata, “Aku masih merasa keberatan, mintalah lagi satu keringanan.”
Nabi Muhammad menjawab, “Aku sudah meminta keringanan kepada Tuhanku, sampai aku malu. Kini aku sudah rida dan pasrah.”
Demikianlah kurang lebih percakapan Nabi Muhammad saw dengan Nabi Musa yang kemudian disampaikan kepada Allah tatkala menerima perintah salat.
Dalam kisah lainnya juga mengungkapkan bahwa perintah sholat lima waktu selama sehari adalah ‘oleh-oleh’ yang dibawa Rasulullah SAW ketika peristiwa isra mi’raj. Namun dalam perjalanannya Rasulullah banyak mendapat saran dari Nabi Musa, karena awalnya Allah memerintahkan Rasulullah agar umatnya shalat 50 kali dalam sehari semalam.
Annas bin Malik mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: “Allah memerintahkan shalat sebanyak 50 waktu sebagai kewajiban atasku dan umatku.” Setelah menerima perintah (shalat) itu Nabi SAW kembali berpapasan dengan Nabi Musa as seraya berkata: Apa yang diwajibkan oleh Tuhanmu kepada umatmu? Nabi SAW menjawab, “Shalat sebanyak 50 waktu.”
Nabi Musa berkata, “Kembalilah menghadap Tuhanmu, sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melaksanakannya.” Maka Nabi Muhammad kembali dan meminta keringan pada Tuhannya seperti yang disarankan oleh Nabi Musa. Kemudian Allah memberikan keringanan sehingga jumlahnya menjadi separuhnya.
Setelah itu Nabi SAW kembali bertemu Musa as, dan menyarankan agar meminta keringanan pada Tuhannya untuk kedua kalinya. “Kembalilah kepada Tuhanmu, sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melaksanakannya.”
Lalu Nabi SAW lagi-lagi menemui Tuhannya untuk memohon keringanan, dan Allah memberi keringanan menjadi lima waktu. Allah berfirman: “Inilah lima waktu shalat yang wajib, nilainya sama dengan lima puluh waktu dan kalam-Ku tidak dapat berubah lagi.”
Lagi Nabi SAW bertemu Nabi Musa as, dan lagi-lagi Musa meminta Nabi Muhammad saw agar meminta keringanan untuk ketiga kalinya. Tapi kali ini Nabi Saw tidak menemui Tuhannya untuk memohon keringaan yang kesekian kalinya seperti yang disarankan Musa as. Nabi SAW berkata: “Aku sangat malu bertemu Tuhanku.”
Setelah itu Jibril membawa Nabi Muhammad saw ke Sidratul Muntaha yang diselimuti berbagai warna yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Setelah itu, Nabi Saw diizinkan masuk kedalam surga. Di dalamnya ditemukan tembok-tembok kecil yang terbuat dari mutiara dan tanahnya mengeluarkan wangi kesturi.” (HR. Bukhari). [Berbagai sumber]

Editor : Aspani Yasland

BACA JUGA  Hukum Orang yang Salat Tapi Tidak Paham Arti Bacaannya, Ini Kata Ustad Somad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button