MOZAIK ISLAM

Banyak Cara Mendapatkan Bahagia, Namun Tempuhlah Cara yang Benar Untuk Meraihnya

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Dalam hidup setiap orang pasti ingin bahagia, dan tak satupun manusia yang ingin merasakan hidup susah. Hanya saja setiap kondisi dan cara orang berbeda-berbeda untuk meraih kebahagiaan itu.

Dan sinilah yang pada akhirnya akan membedakan antara orang yang BERIMAN dengan orang yang TAK BERIMAN.

Ada orang yang merasa bahagia dengan tidak menutup auratnya,sebagaimana ada orang yang bahagia dengan menutup auratnya dengan jilbab.

Ada orang yang merasa bahagia dengan mendengarkan musik atau menyanyi, sebagaimana ada orang yang bahagia dengan membaca dan menghafal al qur’an

Ada orang yang merasa bahagia dengan menjalani pacaran, sebagaimana ada orang yang bahagia memililh tetap sendiri hingga akad nikah tiba.

Ada orang yang merasa bahagia dengan menyekutukan Allah, sebagaimana ada orang yang bahagia mentauhidkan Allah pada lahir dan batinnya.

Ada orang yang bahagia dengan cara korupsi milyaran, Aebagaimana ada orang yang bahagia bekerja yang halal meski hasilnya tak banyak.

Ada orang yang bahagia bisa menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan ke Mall. Sebagaimana ada orang yang bahagia ia bisa hadir di dalam majelis ilmu.

Ada orang yang bahagia hidup mewah dengan cara riba, sebagaimana ada orang yang bahagia dengan hidup sederhana meninggalkan riba.  Itulah berbagai cara orang untuk meraih dan merasakan bahagia.  Satu tujuan hanya ingin bahagia, namun berbeda cara yang di tempuh nya.

Ada yang hitam dan ada yang putih,

Ada yang baik dan ada yang buruk,

Ada yang taat dan ada yang maksiat,

Semua tergantung bagaimana kondisi keimanan masing-masing individu. Namun yang pasti cara apapun yang kita tempuh dalam mencapai kebahagiaan, akan ada konsekuensi dan balasannya yaitu SORGA apa NERAKA. Karena itu mari kita tempuh cara yang benar untuk meraih kebahagiaan, agar kebahagiaan itu terus berlanjut hingga kelak di dalam jannah-Nya.

BACA JUGA  Bila Bumi Bergoncang, Harta dan Nyawa tak Berarti lagi

Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya keletihan karena melakukan ketaatan akan hilang, dan tinggallah pahalanya. Dan kenikmatan melakukan maksiat akan hilang dan tinggallah hukumannya”

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu bersabar dalam ketaatan sehingga kelak menjadi orang yang berutung Aamiin. ( Hasandri ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button