MOZAIK ISLAM

Ini 4 Amalan Terpuji di Bulan Suci Ramadhan

Oleh aminuddin

SAUDARA-saudaraku se Tanah Air …

Tak lama lagi bulan suci Rama dhan akan tiba. Semoga kita ber temu lagi di bulan mulia penuh berkah ini.

Puasa kita lancar, diberi kesehatan dan rezeki yang halal serta selalu dimudahkannya dalam segala urusan.

Amin ya robaal alamin.

Saudara-saudaraku di mana saja kalian berada..

Ada banyak amalan yang bisa kita lakukan menyambut bulan Rama dhan, 4 di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Beribadah Malam
Salah satu amalan Ramadhan yang sesuai dengan pesan Rasulullah SAW adalah beribadah malam. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat dari Salman Al Farisi.

Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada kami saat hari terakhir bulan Syaban.

“Beliau berkata, wahai para manusia, kalian telah dinaungi bulan agung, bulan yang diberkahi, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.

Di bulan Ramadhan, ada Lailatul Qadar, orang yang beribadah di dalamnya lebih baik dari pada ibadah 1.000 bulan. Ini termasuk keistimewaan umat Baginda Nabi Muhammad SAW.

Umur mereka terbatas namun kemampuan mereka jauh melampaui umurnya. Satu malam beribadah pada malam itu lebih baik dari pada beribadah 83 tahun.

Ada beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar yang perlu diketahui :

Berbagai amalan baik yang dikerjakan di malam Lailatul Qadar akan dilipatgandakan pahalanya.
Allah akan memberikan pintu maaf dan ampunan seluas-luasnya bagi yang bertaubat kepada-Nya.
Malam Lailatul Qadar, Allah menurunkan malaikat-malaikat, termasuk malaikat Jibril untuk mengatur segala urusan, memberikan kedamaian dan kesejahteraan.
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.
Malam Lailatul Qadar merupakan waktu di mana Al Quran diturunkan sebagai petunjuk manusia untuk membedakan yang hal dan yang batil.
2. Bersedekah

“Rasulullah SAW merupakan orang yang paling dermawan diantara manusia lainnya. Beliau semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Oleh sebab itu, sudah semestinya sebagai umat Muslim untuk mencontoh beliau di bulan yang penuh barakah ini. Caranya dengan memperbanyak sedekah, baik untuk kepentingan fi sabilillah maupun kaum dhuafa dan fakir miskin.

Salah satu bentuk sedekah yang dianjurkan selama Ramadhan ini adalah dengan memberikan ifthar (hidangan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa.

“Barangsiapa di bulan ini memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, akan menjadikan ampunan bagi dosa sang pemberi, pembebas antara ia dan neraka, dan Ia mendapat pahala seperti orang puasa yang Ia beri buka puasa tanpa mengurangi pahala orang yang diberi makan buka puasa sama sekali.”

Allah SWT benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar ber sedekah. Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan orang-orang yang bersedekah.

Banyak keutamaan ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul dalam satu amalan ini, yaitu sedekah. Maka, sungguh mengherankan bagi orang-orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut dan ia tidak terpanggil hatinya serta tidak tergerak tangannya untuk banyak bersedekah.

Diantara keutamaan bersedekah antara lain:

– Dapat menghapus dosa
Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi, dishahihkan Al- Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan.

Bukan sebagaimana dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak ya tim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan un tuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa.

BACA JUGA  Meraih Ketenangan dan Kemuliaan dengan Saling Memaafkan

Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar.

Allah SWT berfirman:

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 99)

– Mendapat naungan di hari akhir
Rasulullah SAW menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir.

Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:

 

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR Bukhari)

– Memberi keberkahan pada harta
Rasulullah SAW bersabda:

 

“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR Muslim)

Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang?

Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan.

Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”

– Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS Al- Hadid: 18)

– Ada pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR Bukhari dan Muslim)
– Bukti keimanan seseorang
“Sedekah adalah bukti.” (HR Muslim)
An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya).”

– Bebas dari siksa kubur
Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

– Mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli
Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.” (HR. Tirmidzi, ia berkata: “Hasan shahih”)

– Merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia
Rasulullah SAW memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:

“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari)

BACA JUGA  Dahsyatnya Sholat Tahajud jalan menuju Surga

– Pahala sedekah terus berkembang

Pahala sedekah walaupun hanya sedikit itu akan terus berkembang pahalanya hingga menjadi besar.

“Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (HR At- Tirmidzi, ia berkata: “hasan shahih”)

– Menjauhkan diri dari api neraka
Sesungguhnya sedekah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan kita dari api neraka. Semakin banyak sedekah maka semakin jauh kita darinya.

Rasulullah SAW bersabda :

“Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” (HR Al Bukhari dan Muslim)

3. Bersabar

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali mengatakan bahwa sabar itu terbagi menjadi tiga yaitu sabar atas ketaatan kepada Allah, sabar atas (menjauhi) hal-hal yang diharamkan Allah, dan sabar atas ketetapan Allah yang pahit (atau susah).”

Sabar atas ketaatan kita kepada Allah misalnya, ketika pagi hari terasa dingin namun kita harus menjalankan kewajiban kita atas perintah Allah yakni shalat subuh.

Maka, kita harus senantiasa menjalankannya, bersabar dan melawan segala halangannya.

Hal ini dapat kita lakukan senantiasa untuk mengharap ridha Allah SWT.

Bagaimana dengan sabar yang ke dua yakni menjauhi hal-hal yang diharamkan Allah SWT?

Beberapa ulama mengatakan, meninggalkan maksiat merupakan salah satu kewajiban. Sedangkan melakukan sunah maka hukumnya sunah. Maka dari itu, kita harus mengutamakan kewajiban dari pada sunah.

Ada ulama yang mengatakan, barangsiapa yang menjaga pandangan matanya dari aurat perempuan yang tidak halal baginya, maka ia akan mendapatkan pahala yang lebih besar dari pada melakukan seribu rakaat shalat sunah.

Sedangkan sabar atas ketetapan Allah SWT yang pahit bermakna setiap ada orang yang tertimpa musibah, hal itu tidak menjadikan orang tersebut melakukan sesuatu yang dilarang Allah.

Misalnya, oranng yang ditimpa dengan kemiskinan tidak membuatnya mencari harta dengan jalan lain seperti mencuri, merampok, korupsi, atau perbuatan yang dilarang lainnya.

4. Saling Peduli

Selain beribadah malam, bersedekah dan bersabar sesuai dengan pesan Rasulullah SAW amalan Ramadhan berikutnya adalah bersikap saling peduli terhadap sesama karena sesungguhnya keutamaan bulan suci dan mulia ini adalah berbagi dengan sesama.

Pada bulan ini kita secara pribadi harus memperhatikan saudara dan tetangga kita. Bagi pemerintah juga harus memperhatikan rakyatnya.

Kita jangan sampai menutup mata dan cuek dengan keadaan sekitar.

Dikutip dari buku “Menjadi Manusia Luhur” yang ditulis Arjuna Wibowo, pada suatu hari Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat beliau:

“Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah dan apakah perbuatan yang paling dicintai Allah?”

Rasulullah SAW menjawab: “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain. Sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesusahan orang lain, atau melunasi utang orang yang ti dak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mere ka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk meno long orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjidku ini selama satu bulan.” (HR Thabrani).

 

Wallahu a’lam bishshawab.

 

 

 

 

 

______________

Sumber literasi

– Merdeka. com

– Muslim. or. id

– Liputan6. com

– Republika. co. id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button