MOZAIK ISLAM

Agar Puasamu Lebih Bermakna, Amalkanlah 7 Amalan Berikut Ini  

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Saudara-saudaraku sekalian. Tidak  lama lagi bulan suci Ramadhan akan tiba. Mumpung kita masih ber sua, maafkanlah momentum sekali dalam setahun ini dengan sungguh-sungguh.

Agar ibadah puasa yang kita laku kan lebih berkesan dan bermakna. Mari kita amalkan tujuh hal berikut ini.

Pertama, puasa.

Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebe lum kamu agar kamu bertaqwa” (QS Al-Baqarah : 187).

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu ” (HR Bukhari Muslim).

“Barangsiapa berbuka dalam bulan Ramadhan dengan tanpa udzur dan sakit, puasa itu tidak akan bisa di ganti dengan puasa sepanjang masa meskipun ia melakukannya.” [HR. Bukhari].

Kedua, shalat. Baik shalat wajib maupun shalat sunah seperti  shalat tarawih, witir dan tahajud,  dhuha, dan shalat rawatib.  Ibadah sunnah kita lakukan akan diberi pahala seperti ibadah wajib di bulan lainnya, dan ibadah wajib diberi pahala 70 kali lipat dari ibadah wajib yang dilakukan di bulan lainnya.

Lalu yang ketiga. Mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa.

“Sahur itu seluruhnya berkah, maka jangan engkau tinggalkan, meskipun engkau hanya minum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’aala dan para malaikat mendoakan orang-orang yang sahur.” (HR Ahmad).

“Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari Muslim).

Keempat, memperbanyak tadarus dan mengkhatamkan Al-Quran.

Membaca, mengaji dan mengkaji Al-Quran sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan.

“Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu kebaikan sebab bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan-gandakan menjadi sepuluh kebaikan dan aku (Nabi SAW) tidak mengatakan ‘alif lam mim’ adalah satu huruf tetapi Alif adalah satu huruf, Laam adalah satu huruf dan Miim adalah satu huruf” (HR At-Tirmidzi).

BACA JUGA  Sahabat yang Saling Menasehati

Para ulama terdahulu  berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Al-Quran selama bulan suci Ramadhan. Bahkan imam Syafi’i berhasil kha tam Al-Quran sebanyak 60 kali selama bulan Ramadhan.

Cara mengkhatamnya?

Setiap habis shalat lima waktu beliau membaca minimal 2 lembar (5-15 menit) dari Al-Quran. Jika 1 juz sama dengan 10 lembar, maka satu hari selesai 1 juz.

Kelima, banyak berinfaq, shadaqah dan mengeluarkan zakat dari harta.

Infaq terbaik di bulan Ramadhan adalah memberikan makanan atau minuman (takjil) untuk berbuka puasa kepada orang yang berpuasa.

“Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang berpu asa, maka ia akan memperoleh pe ngampunan bagi dosanya dan kebe basan dirinya dari neraka, dan ba ginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan puasa itu, tanpa sedikit pun mengurangi (pahala orang yang berpuasa). “(HR Ibn Huzaimah).

Semangat berbagi di bulan penuh berkah ini, marilah kita manfaatkan untuk bersedekah, ikut program wakaf tunai maupun wakaf berupa tanah untuk masjid, panti asuhan maupun lembaga sosial lainnya.

Keenam, i’tikaf yaitu menetapnya seorang muslim di dalam masjid untuk melaksanakan ketaatan dan ibadah kepada Allah untuk beribadah, berdzikir, membaca al-Qur’an, mengkaji ilmu agama dan ibadah lainnya di masjid.

” …Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. ..” (QS Al-Baqarah:187).

Dari Aisyah, “Adalah Nabi biasa I’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, sampai beliau wafat kemudian istri-istri beliau melaksanakan I’tikaf sepeniggalannya.” (HR Bukhari, Ahmad, dan Baihaqy).

Ketujuh, banyak berdoa, berkata baik dan tidak mudah marah.

Waktu berdoa terbaik di bulan Ramadhan adalah sepanjang hari, khususnya pada saat menjelang berbuka puasa.

“Tiga orang yang doanya tidak ditolak. Orang yang sedang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.” (HR Tirmidzi)

BACA JUGA  Berbuat Baiklah kepada Istrimu Wahai Para Suami

Diamnya orang yang berpuasa dinilai sebagai amalan dzikir, tidurnya orang puasa diberi pahala ibadah, karenanya ketika berpuasa marilah menjaga lisan agar berbi cara dengan kata-kata yang baik, tidak mudah marah sehingga mengurangi pahala kita. ( Aminudin/ pemerhati ke Islaman).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button