KRIMINALITAS

Gawat, Sumsel Masuk Peringkat ke 2 Penyalahgunaan Narkotika

Herman Deru : Mulai Dari RT Harus Fokus Pencegahan

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Berdasarkan data di 202 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diperingkat nomor dua di Indonesia untuk penyalahgunaan narkotika. Tingginya penggunaan narkotika hingga ke desa-desa.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, dengan tingginya penyalahgunaan narkotika di Bumi Sriwijaya sangat prihatin. Meski begitu Deru tidak mau menghakimi penggunaan narkotika karena sebagai korban yang perlu diberantas adalah para bandar. “Kalau Ada yang masih marah dengan pengguna narkotika artinya kita hanya fokus pada penindakan dan rehabilitasi saja, ” katanya dalam acara pemusnahan barang bukti narkotika di Pemprov Sumsel, Selasa (22/3/2022).

Lanjutnya, dirinya pun menginstruksikan hingga tingkat RT di Sumsel untuk dapat memfokuskan pencegahan penyebaran narkotika. Apalagi narkotika yang masuk ke wilayah Sumsel bisa dari sisi mana saja. “Saya ingin instruksikan hingga tingkat RT di Sumsel kita fokus pencegahan,” ujar Deru.

Deru mengungkapkan, dirinya menilai peredaran narkotika di Sumsel memanfaatkan kondisi geografis Sumsel yang banyak anak sungai, sehingga pelabuhan-pelabuhan tikus dimanfaatkan untuk mengangkut narkotika. “Kalau untuk penindakan ada aparat penegak hukum yang mencegah agar tidak masuk (Polisi dan BNN). Kita (Pemda) mengupayakan agar masyarakat dapat lepas dari jerat narkotika. Kalau barang banyak tidak ada pengguna kan bagus, Sisi penggunanya harus kita tekan, ruang geraknya dipersempit,” ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk melakukan pencegahan ada dua opsi yang bisa digunakan oleh pemerintah. Opsi pertama lewat pendekatan agama kepada masyarakat, kedua dengan lembaga pendidikan formal yang ada. “Sumsel memiliki kasus narkotika tertinggi dikarenakan upaya dari penegakan hukum yang maksimal. Indikator jelas karena penangkapan yang banyak Sumsel tertinggi di Indonesia,” jelas Deru.

Sementara itu, Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Djoko Prihadi mengatakan, peran pemberantasan narkotika perlu upaya ekstra bersama stakeholder. Menurutnya bahu membahu tidak hanya terjadi di level provinsi melainkan turun hingga ke desa. Dirinya pun mengajak masyarakat untuk berani melapor tentang peredaran narkotika. “Bila perlu mereka yang sudah menjadi pengguna datang untuk melapor agar direhab. Dengan berani melapor diharapkan dengan direhab akan sembuh dan tidak lagi jadi pengguna,” katanya.

BACA JUGA  Viral, Video Keberanian Mahasiswi Berdaster di Lubuklinggau Gagalkan Curanmor

Lebih lanjut diungkapkannya, Hari ini, BNNP Sumsel bersama Pemprov Sumsel menggelar acara pemusnahan barang bukti narkotika sabu sebanyak 15 kilogram. Barang bukti tersebut merupakan hasil penindakan BNNP Sumsel dalam beberapa bulan terakhir. “Kami tidak tinggal diam hanya menindak kurir dan pengguna. Kami akan kembangkan hingga ke suplai dan bandarnya,” ungkap Djoko.

Reporter : Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button