KRIMINALITAS

Pencuri Baterai Tower Provider Ditembak Polisi

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Tim opsnal Unit 2 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil membekuk pencuri puluhan unit baterai tower salah satu provider, Jumat (25/3).

Tersangka bernama Triyono (33), warga Jalan Naskah III, Lr Bersama, Kelurahan Sukarami Kecamatan Sukarami, merasa  sakit hati sudah dipecat dari tempat bekerjaPalembang nekat mencuri puluhan unit baterai tower salah satu provider.

Tersangka mengaku mencuri di 10 titik tower BTS di enam titik di Palembang dan empat titik Banyuasin.

Hasil curiannya dijual tersangka kepada salah seorang penadah di kawasan Sekojo. Dari hasil penjualan tersebut Tersangka meraup uang hingga belasan juta rupiah.

Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, SH, SIK melalui Kasubdit 3 Jatanras, Kompol Agus Prihadinika, SH, SIK saat dikonfirmasi pihaknya mendapatkan laporan kehilangan dari pihak ketiga yaitu PT IInfratex.

Kompol Agus juga membahkan pelaku melakukan aksi pencurian tersebut sejak diberhentikan dari tempatnya bekerja. “Aksi tersangka terhenti setelah korban yakni PT Infratex selaku pihak ketiga melapor kasus pencurian baterai ke SPKT Polda Sumsel beberapa waktu lalu,”

Setelah melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari sejumlah saksi, tim opsnal Unit 2 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Kompol Bakhtiar, SH, berhasil meringkus tersangka pada Jumat (25/3) dini hari sekitar pukul 00.25 WIB.

“Kita amankan tidak jauh dari rumahnya. Karena tidak diindahkan, kita terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur kepada tersangka,” terang Agus.

Dari penangkapan tersebut pelaku mendapatkan luka tembak di bagian kaki akibat pelaku mencoba untuk kabur dari kejaran polisi.

Di hadapan petugas, tersangka Triyono mengaku dirinya sakit hati karena sudah dipecat dari tempatnya bekerja pada akhir bulan Desember 2021 lalu.

BACA JUGA  Satgas 2 Ops Illegal Drilling Polda Sumsel Gerebek Lokasi Pengoplosan BBM di Muara Enim

“Sebelum saya pegawai kontrak selama tiga tahun, dan dipecat karena mencuri baterai di Tower XL sebelumnya. Waktu aksi pencurian pertama dapat uang sekitar Rp400 ribu,” ujar tersangka.

Menurut tersangka, baterai yang dia curi berfungsi sebagai sumber cadangan bagi menara BTS jika terjadi pemadaman listrik PLN.

“Saya curi pada siang hari karena memang dalam kondisi sepi. Satu kilogramnya dihargai Rp14 ribu. Satu tower saya ambil tiga hingga empat unit baterai,” aku tersangka.

Selama beraksi, tersangka mendapatkan hasil dari pencurian dari total 10 titik dengan meraup uang hingga Rp13 juta. Semua uang hasil curian tersebut digunakan untuk menghidupi keluarganya.

“Duitnya saya serahkan ke istri untuk biaya hidup sehari-hari,” tutup tersangka.

Reporter : Yola Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button