PAGARALAM

Sacha Amaruzaman: Akses Pasar Di Pagaralam perlu Diperkuat

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Akses pasar untuk petani kopi di Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, dinilai perlu diperkuat lantaran petani rentan terdampak fluktuasi harga komoditas tersebut.

Peneliti dari University of Adelaide Australia, Sacha Amaruzaman, mengatakan harga kopi yang fluktuatif membuat petani tidak bisa mengandalkan tanaman itu saja sebagai pendapatan rumah tangga.

“Dampak perubahan iklim memang terasa di Pagaralam, namun petani di sana tampaknya lebih rentan terhadap perubahan harga, sehingga perlu penanganan aspek pasar terlebih dahulu,” katanya

Lanjutnya, Oleh karena itu, petani di Pagaralam menerapkan sistem pertanian agroforestri, di mana kopi yang ditanam dengan menggunakan sejumlah tanaman penaung. “Ini (harga kopi) yang membuat petani melakukan guna lahan multifungsi secara massif,” ujar Sacha

Untukndiketahui, World Agroforestry (ICRAF) telah bekerja sama dengan University of Adelaide untuk melakukan penelitian terkait pertanian berkelanjutan melalui proyek Indogreen di Pagaralam sejak 2018.

Sementara itu, Koordinator Proyek Penelitian Indogreen Betha Lusiana mengatakan petani kopi di Pagaralam butuh kebijakan pertanian yang fokus pada penyediaan akses pasar dan pembiayaan. “Hal itu menjadi salah satu rekomendasi dari hasil penelitian selama empat tahun terakhir,” katanya.

Tak kalah penting, akses pasar yang potensial adalah kopi robusta berkualitas premium. “Berdasarkan kajian Indogreen, kendala terbesar bagi petani kopi di Pagar Alam saat ini adalah terbatasnya akses ke pasar kopi premium karena ketiadaan insentif, sehingga kopi yang dijual kebanyakan masih berupa kopi asalan, yaitu kopi yang dipetik saat masih hijau atau belum matang,” ujar Betha

Betha menambahkan, selain itu, Harga yang lebih sesuai dengan pasar akan menjadi insentif bagi petani untuk meningkatkan cara panen, pascapanen, dan pemasaran produksi kopi. Oleh karena itu petani perlu mengembangkan agribisnis kopi terutama produksi biji kopi berkualitas premium. “Agar dapat mengakses pasar kopi premium diperlukan beberapa prasyarat seperti peningkatan kualitas kopi melalui pengelolaan pascapanen serta penguatan kelembagaan petani,” jelasnya.

BACA JUGA  Simpan Ganja Pria 47 Tahun Di Pagaralam Diringkus Satres Narkoba

Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam Gunsono Mekson mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk meningkatkan kualitas kopi milik petani di daerah itu. “Kami menerapkan program sambung pucuk sejak 2019,” katanya

Teknik sambung pucuk yaitu penyambungan batang atas atau entres dari tanaman kopi produktif dengan batang bawah dari perakaran tanaman kopi yang sudah tua atau kurang produktif.

Reporter : Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button