PAGARALAM

Setelah 4 Tahun IndoGreen Serahkan Hasil Penelitian Ke Pemkot Pagaralam

MAKLUMATNEWS.com – PAGARALAM – IndoGreen menyerahkan hasil proyek penelitian Agricultural Policy Research to Support Natural Resource Management in Indonesia’s Upland Landscape (IndoGreen) kepada Pemerintah Kota Pagaralam. Hasil tersebut diserahkan setelah berkiprah selama 4 tahun (2018-2021) di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Hasil penelitian yang diserahkan, berupa data, analisis dan informasi yang berhubungan dengan praktik pertanian dan upaya untuk menjaga lanskap produksi pertanian keberlanjutan. Penyerahan tersebut diterima Pemerintah Kota Pagaralam melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Dahnial Nasution.

Penyerahan keluaran penelitian tersebut juga ditandai dengan pelaksanaan lokakarya yang diselenggarakan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pagaralam dengan mengangkat tema “Lanskap Pertanian Berkelanjutan secara Ekonomi, Sosial dan Ekologi di Kota Pagar Alam”. Lokakarya ini juga melibatkan perwakilan dinas yang berwenang dalam sektor pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Dahnial Nasution mengucapkan, terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada tim peneliti IndoGreen karena hasil penelitian akan menjadi bahan yang berharga untuk merancang, implementasi, dan monitoring serta evaluasi kebijakan dan peraturan daerah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian/perkebunan dan berwawasan lingkungan melalui pendekatan lanskap.

“Diharapkan hasil penelitian juga dapat diarusutamakan dalam program pemerintah Kota jangka menengah dan panjang,”ungkapnya.

Dahnial Nasution menambahkan, sudah saatnya kesadaran bahwa lingkungan yang lestari merupakan bagian terpenting dalam keberlanjutan ekonomi bagi petani dan daerah secara umum.

“Bagi Pagaralam, sektor pertanian dan perkebunan yang ditopang oleh petani berskala kecil adalah sektor terpenting yang mengandalkan sumber daya alam, oleh karena itu, peran petani skala kecil dalam memastikan kelestarian lingkungan dan menjaga keberlanjutannya harus menjadi bagian penting yang didukung oleh Pemerintah Daerah,” Kata dia.

Lebih lanjut, Ia  mengatakan bahwa membangun Pagaralam tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah sehingga dibutuhkan kontribusi dari semua pihak, termasuk sumbangsih para peneliti dan semua elemen yang terlibat di dalamnya.

Sementara itu, Pimpinan proyek penelitian IndoGreen Dr Betha Lusiana, yang juga peneliti senior ICRAF,  menyampaikan bahwa keseluruhan proses dan hasil yang dicapai oleh IndoGreen penting untuk disampaikan secara formal.

“Data rekomendasi teknis dan implikasi kebijakan yang dihasilkan meliputi topik perubahan tutupan lahan dan trade-off antara pembangunan dan jasa lingkungan/jasa ekosistem, praktik agroforestri, praktik konsevasi tanah dan air, rantai nilai, panen, pascapanen, dan pemasaran kopi robusta, sampai ke topik kesetaraan gender di bidang pertanian, khususnya praktek pertanian agroforestri,” jelasnya.

Tambah Dr Betha, salah satu rekomendasi yang dihasilkan oleh IndoGreen adalah bahwa kebijakan dan program pemerintah sebaiknya lebih mengarah kepada penyediaan akses pasar dan permodalan untuk kopi robusta premium serta insentif untuk kopi ramah lingkungan, selain program peningkatan kapasitas petani dalam praktik sambung pucuk, seperti yang dijalankan saat ini.

Selain itu, ia menyampaikan, Untuk melengkapi penelitian, ICRAF juga telah melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas bagi petani dalam mengevaluasi biji kopi sesuai dengan standar pasar, menfasilitasi koperasi setempat dalam mengakses pasar dan pendanaan pertanian, serta menggali potensi digitalisasi manajemen koperasi. Bekerjasama dengan Universitas Padjajaran, IndoGreen telah melaksanakan pelatihan tingkat nasional yang bertajuk “Ecosystem Services, Valuation, and Financing Mechanism for Production Landscapes” atau “Jasa Lingkungan, Valuasi, dan Mekanisme Pendanaan di Lanskap Pertanian” di tahun 2020″.

“Harapan kami semua keluaran IndoGreen, baik berupa data, informasi serta risalah teknis, mengenai peningkatan ekonomi pertanian, isu agroforestri, konservasi tanah dan air, kesetaraan gender, dan pertanian berkelanjutan dari skala plot sampai skala lanskap, dapat berguna bagi para pemangku kepentingan dalam proses merancang kebijakan dan program terkait pertanian yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan, termasuk mendukung kesetaraan gender di Pagar Alam,”pungkasnya.

BACA JUGA  Lagi, Polres Pagar Alam Berhasil Bekuk Pengedar Narkoba, Ini Strateginya..!

Reporter : LianPga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button