MOZAIK ISLAM

Akhir Zaman, Jaga Perkataan Dalam Pergaulan, dan  Pandailah Merangkai Kata

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG —  Dalam bergaul, di akhir zaman ini terkadang manusia lebih mementingkan pergaulan sehingga tidak dapat menjaga perkataan yang baik dalam bergaul. Ucapan atau kalimat yang konotasinya kotor atau umpatan atau makian sudah menjadi hal biasa dan lumrah di kehidupan terutama bagi pemuda dan pengguna media sosial.

Ustadz Hasan Al Madihij melalui podcast Al Wafa Palembang yang disiarkan melalui akun Youtube DL Media menghimbau agar orang-orang yang terutama orang terdekat untuk tidak mengikuti berucap atau mengumpat dalam perkataan tidak baik yang sekarang sudah banyak dilakukan sehingga menjadi lumrah di kehidupan.

“Kita juga terkadang miris, bahkan yang berkata itu bukan orang biasa tetapi orang berpendidikan,  perempuan berhijab, bahkan anak-anak yang mengucapkan kalimat tidak baik tersebut. Ini merupakan efek karena menjadikan hal tersebut hal biasa dikehidupan,”katanya.

Dalam kacamata syariat islam, menjaga lisan dari perkataan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, Rasulullah pernah memberikan wasiat kepada Ali bin Abi Thalib tentang perkara menjaga lisan.

“Wahai Ali, Allah tidak menciptakan di dalam diri manusia itu yang lebih utama daripada lisan.  Dengan lisan seseorang baka masuk ke surga, dan karena lisan juga seseorang bisa masuk ke neraka. Maka ikatlah lisan, karena lisan itu ibarat anjing galak.“

Salah satu cara agar kita menjaga lisan dari perkataan buruk, yaitu dengan mempertimbangkan dan memikirkan terlebih dahulu dampak dari ucapan yang akan di ucap. Apakah akan berdampak menyakiti, menimbulkan dosa atau sebaliknya dan penting menjaga perasaan orang yang akan mendengar ucapan kita.

“Luka oleh goresan pedang dapat menyatu kembali akan tetapi luka oleh goresan lisan susah untuk tertutup kembali dan pasti membekas,”katanya.

Sayyidina Umar bin Khatab berkata hindari segala sesuatu yang bisa menyakitkan dan mengganggu perasaan kita.

“Jadilah pandai dalam merangkai kata, dengan membuat kata-kata yang orang paham dan enak untuk didengar, jadilah orang bijak dalam berkata, tidak mengucapkan kalimat yang merugikan kita untuk kehidupan akhirat.

Reporter : Trijumartini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button