EKONOMI

Kuota Penugasan Migor Curah Naik

Bertambah Dua Kali Lipat, 14.600 Ton Per Bulan

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Kuota minyak goreng curah penugasan sepanjang Mei ini bertambah dua kali lipat dibandingkam April. Hal Ini diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Sumsel, Ahmad Rizali saat diwawancarai, Jum’at (12/05/2022)

Rizali mengatakan, Tiga produsen di Sumsel, PT Tunas Baru Lampung (TBL) mendapat kuota penugasan Migor curah sebanyak 3.200 ton, PT Indokarya Internusa (II) 3.400 ton dan PT Sinar Alam Permai 8 ribu ton. “Total kuota Sumsel sebanyak 14.600 ton. Distribusi yang telah dimulai 9 Mei lalu, hingga kini realisasinya sudah 4,75 persen. Rinciannya, TBL 6,04 persen, II 5,97 persen dan SAP 3,71 persen. Bulan ini banjir Migor curah di Sumsel, kuotanya bertambah dua kali lipat,” katanya.

Penambahan kuota ini sesuai dengan instruksi pusat. Hanya saja, ia tidak mengetahui apa alasan penambahan kuota itu. “Padahal, kuota Migor curah penugasan di Sumsel April lalu hanya 7.300 ton. Realisasinya hanya 54,88 persen atau 4.006,08 ton. Sebetulnya, jumlah itu sudah mencukupi kebutuhan masyarakat Sumsel,” ujar Rizali.

Rizali menjelaskan, Dalam data Simirah, kebutuhan Migor curah di Sumsel mencapai 7.247 ton per bulan. Pada April lalu, tiga produsen itu mendapat penugasan 7.300 ton. Tak tercapainya kuota penugasan itu disebabkan masih kurangnya sub distributor dan pengecer di kabupaten/kota. Dan karena pembayaran subsidi atau rafaksi masih belum sepenuhnya lancar di kementerian Perindustrian. “Untuk tingkat pengecer, yang belum tersedia di Sumsel di Kota Lubuk Linggau, Musi Rawas dan Empat Lawang. Terbanyak ada di Palembang 318 pengecer, Banyuasin 75 pengecer dan OKI 32 pengecer,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, dalam rapat yang dilakukan bersama Disdag kabupaten/kota, Polda, Polres, produsen, Badan Perizinam dan distributor ini agar ada optimalisasi distribusi Migor curah penugasan di Sumsel. “Kita harapkan bahwa di mei ini bisa 80 persen tersalurkan, itu pun sudah melebihi kebutuhan masyarakat Sumsel. Jadi tidak akan tercapai dari estimasi kebutuhan,” ungkap Rizali.

BACA JUGA  Angka Kemiskinan di Sumsel Turun Menjadi  11,95 Persen

Rizali menambahkan, tak tercapai penyaluran itu selain karena melebihi kebutuhan, juga karena faktor distribusi yang terbatas. “Migor curah kan melalui mobil tangki, distribusinya butuh waktu. Berbeda dengan kemasan yang bisa dengan mobil boks dan jumlahnya banyak,” katanya.

Diharapkannya, Bulog bisa jadi distributor dengan mengemas Migor curah, namun tidak dijual secara komersial. “Kemasan per liter, namun tetap dengan harga Rp14 ribu . Yang tidak boleh dijual dengan harga di atas Rp22 ribu. Jika terealisasi akan sangat membantu karena tak perlu lagi mobil tangki,” ujar Rizali.

Reporter : Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button