SUMSEL

Kakanwil Sumsel Ajak Waspadai Konten Provokatif

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Dunia maya semakin tidak terkontrol, Pasalnya beredar foto Menteri Agama Yaqut Cholil Qoimas dengan Seseorang diduga pengidpa LGBT Ragil Mahardika.

Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan merasa geram atas beredarnya foto tersebut, Ia menegaskan bahwa foto tersebut hoax dan berharap masyarakat cerdas dalam memilah informasi.

Menurut Syafitri, banyak sebaran konten di media sosial yang mengandung unsur provokatif maupun ujaran kebencian yang kerap mengadu domba. Karenanya, dia mengajak masyarakat untuk tidak cepat percaya terhadap berbagai konten provokatif serta mengundang kebencian.

“Kita harus bijak dan cerdas dalam menyaring informasi. Kita harus saring sebelum sharing, agar kita tidak menjadi bagian dari orang yang menyebarkan fitnah dan kebencian. Jangan cepat percaya pada berita, baik berita yang berupa foto, video atau pun konten narasi yang mengandung unsur provokatif, ujaran kebencian, adu domba, dan fitnah,” pesan Syafitri.

Untuk diketahui, beberapa hari belakangan beredar sejumlah konten provokatif. Di antaranya, beredarnya video gerakan shalat jenazah yang dialamatkan kepada Wakil Presiden Bapak KH. Ma’ruf Amin dengan gerakan ruku’ dan sujud.

Juga foto Menteri Agama Yaqut merangkul Ragil Mahardika. Dua konten tersebut cukup viral dan mendapat reaksi negatif dari banyak warga net. Padahal, video dan foto tersebut setelah melalui pengamatan para ahli hasilnya dinyatakan palsu dan merupakan hasil rekayasa editan. “Jadi baik video Wapres shalat jenazah dan foto Menag Yaqut merangkul Ragil Mahardika adalah bentuk fitnah yang keji,” tegasnya.

Syafitri menduga, kelompok yang sengaja memviralkan berita bohong, hoak dan informasi palsu melalui media sosial baik berupa meme, fitur, rekayasa foto dan video memiliki tujuan jahat yakni untuk memberikan citra buruk kepada para tokoh agama dan pejabat negara agar masyarakat tidak percaya kepada Pemerintah. “Bahkan lebih jauh dari itu, untuk membuat keresahan, kepanikan, kebencian, fitnah, adu domba dan perpecahan diantara sesama anak bangsa,” tuntasnya.

Reporter : Trijumartini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button