MOZAIK ISLAM

Isra’ Mi’raj, Hadiah Terindah Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Isra’ Mi’raj merupakan runtutan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW. dari Mekkah ke Masjidil Al Aqsa di Yerusalem hingga perjalanan ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha. ” Isra’ berarti perjalanan Rasulullah SAW. pada malam hari mulai dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Sementara Mi’raj berarti naiknya Nabi Muhammad ke Sidratul Muntaha.” Kata Ustad Muhammad Ilman dalam khutbahnya tentang Isra’ Mi’raj di Masjid Khairul Amal di Jalan Harapan Jaya RW. 08 Sei Selayur, Jumat (03/06/2022).

Disebutkannya, peristiwa ini merupakan peristiwa penting bagi umat Islam karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan sholat lima waktu. ” Inti dari Baginda Rasulullah Muhammad SAW adalah turunnya perintah sholat lima waktu dari Allah SWT dalam satu hari satu malam.” ujar Ustad Muhammad Ilman.

Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj dengan mengendari Buraq. Menurut bukti-bukti riwayat hadits, buraq merupakan sejenis hewan berwarna putih yang memiliki sayap di kedua pahanya. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada keledai, namun lebih kecil dari bighal atau kuda.

“Saat perjalanan menuju langit Nabi Muhammad SAW. dibimbing malaikat Jibril dan  di pertemukan dengan Nabi Adam AS. Dilanjutkan ke langit kedua, di sini nabi bertemu Nabi Yahya AS. dan Nabi Isa As. Perjalanan berlanjut sampai ke langit ketiga, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Selanjutnya, di langit keempat, Nabi bertemu dengan Nabi Idris AS. dan seterusnya Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Harun AS. Nabi Musa AS. dan terakhir adalah Nabi Ibrahim AS.” kata Ustad Muhammad Ilman.

“Nabi Muhammad SAW dituntun ke Sidratil Muntaha,  di situ Nabi berdoa kepada Allah SWT. Kemudian naik ke Baitul Makmur yang merupakan rumah Allah di langit ketujuh menghadap Ka’bah, di mana 70.000 malaikat masuk dan mengelilinginya setiap hari. ” Ucap Ustad Muhammad Ilham lagi.

BACA JUGA  Menetapkan Hati Untuk Berhijrah

Diakhir Khutbah,  beliau berpesan kepada jemaah agar selalu beriman dan selalu sholat lima waktu. ” Mari kita jadikan momentum Isra’ Mi’raj ini sebagai motivasi kita untuk terus maju kedepan untuk meraih kebahagian di dunia maupun di akhirat. Sebelum ajal menjemput kita, ada baiknya kita bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Mari tegakkan shalat 5 (lima) waktu dan memperbanyak shalat malam, karena tegaknya agama salah satu kunci utamanya adalah dengan shalat.” ucap Ustad di akhir Khutbah.

Reporter :  Hadimas Pratama Mahasiswa Magang Fakultas Dakwah dan Komunukasi UIN RF Palembang

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button