SUMSEL

Gubernur Sumsel : Kebun Kota Mempermudah Mendapatkan Komoditas Sayur Tanpa Mencari Ke Desa

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Cinta Rakyat (GENCAR) Indonesia bersama Bersatu Kita Bisa (BKB) melaunching program kebun kota yang di selenggarakan di Jl Swadaya Lr Amalia, Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Minggu (5/6/2022). Program kebun kota ini dalam rangka mensukseskan program Sumsel Mandiri Pangan (SMP).

Gubernur Sumsel H Herman Deru  mengimbau masyarakat untuk manfaatkan lahan tanah kosong yang ada di rumah masing-masing untuk dijadikan kebun bersama. Dengan demikian bisa merubah mindset dari konsumtif menjadi produktif.

” Tujuan dari kebun kota ini adalah untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong di setiap rumah , karena pasti mempunyai tanah lebih untuk bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Herman Deru mengatakan,  pihaknya menargetkan ada lahan yang akan di jadikan kebun di 170 kelurahan yang ada di kota Palembang. Sehingga akan mencapai berhektar-hektar kebun.

“Kebun ini tentu akan menarik karena berada di tengah kota yang mindsetnya tentu berbeda dengan di desa tapi konsep nya berkebun di tengah kota,” ucapnya.

” Jika ini terwujud maka Sumsel akan mudah untuk mendapatkan komoditas sayur, tanpa harus mencari ke desa-desa. Karena dengan adanya kebun ditengah kota dapat membantu menggerakkan roda perekonomian, dan kita berharap program ini bisa tersebar di kabupaten,” paparnya.

Sementara itu Dewan Pembina BKB yang juga anggota Dewan DPRD Provinsi Sumsel Muhammad Yaser menmbahkan,  pada dasarnya yang dilaksanakan oleh pihak BKB dan Gencar Indonesia bertujuan untuk mendukung salah satu program Gubernur Sumsel yakni Sumsel Mandiri Pangan.

“Dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang ada di perumahan atau yang ada di halaman  rumah, maka akan mempermudah mendapatkan bahan pangan, dapat juga bisa menambah penghasilan mereka,” katanya.

BACA JUGA  Herman Deru Terima Penghargaan Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama

Dengan penambahan penghasilan tersebut sambung Yaser,  sehingga uang yang pengeluaran yang awalnya konsumtif menjadi produktif.

” Masyarakat harus bisa memanfaatkan lahan nya, sehingga bisa untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Sumsel,” bebernya.

Sementara itu,  Ketua Umum Gencar Indonesia Charma Afrianto mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel Herman Deru  dan Dewan Pembina BKB Muhammad Yaser yang telah membantu Gencar Indonesia untuk mewujudkan program Kebun Kota di Kota Palembang.

” Kita masih punya PR di 99 titik lagi. Kami akan konsisten hingga akhir tahun mewujudkan cita-cita Gubernur di dalam menerapkan Sumsel Mandiri Pangan,” paparnya.

Charma menerangkan,  pogram kebun kota ini diharapkan dapat menambah ketahanan ekonomi masyarakat kota Palembang, bisa juga menekan kemiskinan rakyat yang ada di kota. Sehingga bisa meningkatkan produksi, dan bisa menjadi mandiri di dalam memproduksi hasil hasil pangan sendiri.

Lebih lanjut Charma mengungkapkan,  program kebun kota ini akan ada di 170 kelurahan yang harus di laksanakan, dan untuk 18 titik lahan sudah di siapkan untuk  penanaman serentak dalam dua hari ini selesai.

” Jika hanya 18 titik, tentu penghasilan hanya sedikit. Oleh sebab itu,  kita tingkatkan menjadi 170 titik, sehingga jika di 18 titik bisa menghasilkan 1/2 ton maka di 100 kelurahan bisa mencapai 50 ton dalam sekali panen,” katanya.

“Dengan program tersebut warga kota Palembang bisa lebih produktif lagi, dan untuk bantuan bibitnya di kasih lepas yang mana, masyarakat bisa menikmatinya secara langsung. Jadi bantuan ini tidak ada timbal balik atau tidak ada yang disetorkan, baik ke Pemprov, BKB maupun Gencar Indonesia. Bantuan ini murni bantuan lepas, dari Gubernur melalui Gencar Indonesia dan BKB,” urainya.

BACA JUGA  Herman Deru Terima Penghargaan Layanan Kepegawaian Terbaik BKN Award 2022

Charma menjelaskan, dalam pelaksanaan hingga sampai panen, masyarakat yang ikut dalam program kebun kota ini akan di awasi dan dibantu langsung dari Dinas Pertanian Provinsi.” Mereka berkomitmen akan mengawal hingga sampai panen,” tandasnya.

Reporter : yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button