KRIMINALITAS

Resedivis Begal Dilumpuhkan Dengan Dua Tembakan

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG – Walau licin untuk ditangkap, setelah beraksi belasan kali akhirnya pelaku begal bersajam M.Iqbal Ramadan diamankan satreskrim Polsekta Ilir Barat I Palembang,  Kamis (9/6).

M.Iqbal Ramadan yang merupakan warga Jalan Taqwa Mata Merah Kelurahan Sei Selincah Kecamatan Kalidoni, mendapat  timah panas di kedua betisnya karena berusaha melawan pihak kepolisian.

Pihak kepolisian melakukan penembakan di bagian betis kiri, dan tersangka masih juga berupaya kabur kembali sebutir timah panas diarahkan ke betis kanan.

Menurut Kapolsek IB I Palembang, Kompol Roy A Tambunan, tersangka merupakan residivis kasus jambret di beberapa wilayah di kota Palembang.

“Tersangka ini baru saja keluar dari penjara sekitar enam bulan lalu karena kasus begal  di belasan tempat, ” ungkap  kapolsek Ilir Timur Ini yang juga memimpin langsung penangkapan pelaku .

Diketahui pelaku terakhir melancarkan aksi begalnya terhadap seorang ibu – ibu yang melintas di Jalan Angkatan 45 tepat di depan yayasan sekolah swasta Arinda di jalan Angkatan 45 bulan Maret yang lalu.

M.Iqbal dilumpuhkan petugas saat  berada di salah satu rumah warga tak jauh dari kediamannya, setelah berupaya kabur saat diberi tembakan peringatan.

” Saat pelaku di buntuti oleh anggota, pelaku sempat kontak mata dengan anggota sehingga ia kabur dan masuk ke rumah warga melalui pintu belakang. Pelaku sempat mengintimidasi pemilik rumah untuk tidak memberitahukan keberadaannya,  dengan alibi ia hendak di jebak,” ungkapnya.

Dalam melancarkan aksinya,  pelaku tak pernah sendirian ia ditemani beberapa rekannya dalam satu komplotan, total ada enam pelaku dan dua di antaranya sudah lebih dulu ditangkap dan kini ditahan di Polsek IT-1 yakni Aldi dan Hafiz.

BACA JUGA  Promosikan Situs Judi Online Via Youtube, Ditreskrimsus Polda Sumsel Amankan 2 Pelaku

” Untuk ketiga pelaku identitasnya telah kami kantongi, kini dalam pengejaran kami”, tuturnya lagi.

Dalam penuturan pelaku, dirinya membawa sajam hanya untuk menakut-nakuti saja. “Sajam itu cuman untuk menakut-nakuti, kalo untuk membunuh saya tidak berani”, ungkapnya.

Dari pengakuan tersangka juga hasil penjualan motor digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.  ” Saya biasa menjual motor di daerah Jalur, dan uangnya digunakan untuk biaya sehari-hari, karena istri saya ada 3″,  ungkapnya lagi.

Reporter : YDR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button