SUMSEL

Dari 305.036 Sapi di Sumsel, 1.341 Sudah Disuntik Vaksin PMK

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Sebanyak 1.341 sapi di Provinsi Sumatera Selatan Sudah mendapatkan suntikan vaksin. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumsel, Ruzuan Efendi saat diwawancarai seusai menghadiri Pelaksanaan vaksinasi Penyakit Kuku dan Mulut pada sapi di Kandang Sapi Bapak Dahlan di Jalan Padat Karya Lorong Mangga 4 Sugih Waras Talang Jambe Palembang, Selasa (28/06/2022)

Ruzuan mengatakan, Dari total tujuh kabupaten di Sumatra Selatan (Sumsel) yang mendapat alokasi 3.000 dosis vaksin, tercatat sudah ada 1.341 ekor ternak jenis sapi yang mendapat vaksinasi. Vaksinasi itu dilakukan, untuk mencegah hewan ternak terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sekaligus mencegah penyakit ini mewabah. “Beberapa daerah telah melakukan suntik vaksin. Total ada 1.341 ekor yang divaksin dari jumlah populasi sapi 305.036 sapi,” katanya

Lanjutnya, dari total keseluruhan hewan ternak di Sumsel, tercatat untuk sapi mencapai 305.036 ekor. Lalu, kerbau sekitar 27.161, kambing 428.619 ekor, domba 36.770 ekor serta babi 12.070 ekor. Saat ini penyakit PMK pada hewan ternak baru ditemukan ada pada sapi, sehingga pihaknya masih fokus pada vaksinasi sapi yang sehat dan tak terkena wabah. “Untuk wilayah yang sudah mewabah belum bisa diberikan vaksinasi. Hewan ternak harus dinyatakan sembuh terlebih dahulu sebelum bisa dilakukan vaksinasi. Minimal enam bulan setelah sembuh,” ujar Ruzuan

Ruzuan menjelaskan, Untuk di Sumsel tercatat ada sekitar 348 ekor sapi yang dinyatakan terpapar penyakit PMK. 122 ekor di antaranya telah dinyatakan sehat, 22 ekor dipotong bersyarat dan tujuh ekor mati. Tercatat ada sekitar 197 ekor sapi yang masih terpapar penyakit, dengan jumlah ternak sakit terbanyak berada di wilayah Musi Rawas dan Muara Enim. “Alokasi vaksin langsung kita kirimkan setelah diterima. Kita punya target, sehingga bagi daerah yang tidak memiliki dokter hewan (OKU Selatan dan Empat Lawang) akan kita kirimkan untuk membantu proses vaksinasi,” jelasnya

BACA JUGA  Yayasan Abulyatama Indonesia  Cabang Palembang Nobatkan Herman Deru sebagai Bapak Anak Yatim 

Lebih lanjut diungkapkannya, vaksinasi pada hewan ternak tak berbeda dengan manusia saat vaksinasi COVID-19. Pada hewan ternak juga mendapat suntikan tiga kali. Namun, yang membedakan antara manusia dan hewan ternak adalah rentang waktu penyuntikan dari dosis pertama ke kedua dan ketiga yang cepat. “Ke hewan ternak rentang waktunya hanya dua minggu sampai empat minggu. Kami targetkan penyuntikan 12.200 dosis ini bisa selesai sebelum 5 Juli mendatang. Untuk kabupaten dan kota kami harapkan segera menggencarkan vaksinasi ini,” ungkap Ruzuan

Ruzuan Menambahkan, vaksinasi ini akan disuntikkan ke hewan ternak, terutama sapi indukan, pejantan dan anakan (pedet) yang usianya diatas dua minggu. “Adapun hewan ternak yang menjadi sasaran vaksin adalah hewan sehat, betina produktif, dan pedet. Nanti sapi yang sudah divaksin akan ditandai, atau rencananya akan diberi chip. Untuk hewan kurban tidak termasuk ke dalam daftar hewan penerima vaksin lantaran akan segera dieksekusi,” katanya

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya mengatakan masyarakat tidak khawatir terkait daging hewan ternak yang terjangkit PMK. Sebab tidak mempengaruhi kesehatan pada manusia. “Memang kalau dikonsumsi tidak mempengaruhi kesehatan, namun nilai jualnya yang turun. Sehingga peternak rugi. Makanya harus diberantas cepat,” katanya

Oleh sebab itu, Mawardi mengatakan apabila dosis vaksin masih dibutuhkan untuk memberantas PMK maka akan dilakukan pengajuan lagi untuk menambah jumlahnya. “Jika memang dibutuhkan akan kita ajukan lagi,” ujar Mawardi.

Reporter : Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button