PENDIDIKAN

di MAN 1 Palembang : Siswa Bisa Fotocopi, Menggunakan Buku Kakak Kelasnya atau Beli di Pasar Loak

Sudah Menggunakan Kurikulum Merdeka

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Buku pembelajaran siswa di MAN 1 Palembang tidak ada perubahan setiap tahunnya. Oleh sebab itu, siswa tahun ajaran baru 2022-2023  diperbolehkan menggunakan buku peninggalan kakak kelasnya atau membeli buku bekas dipasar loak, memfoto copi buku temannya atau membeli buku baru.

Kepala MAN 1 Palembang Junaidi SPdi MPdi mengatakan, untuk pembelajaran di MAN 1 Palembang dari sekolah memberikan seluas-luasnya kepada anak untuk mencari bahan ajar baik secara online maupun dalam bentuk buku.

“Di sini saya tegaskan, saya sebagai Kepala MAN 1 Palembang  tidak pernah menjual buku. Hanya saja, kalau ada yang pengen difasilitasi dengan dihubungkan dengan penerbit melalui koperasi. Jadi kalau mau pesan silakan,  yang tidak mau pesan buku tidak ada paksaan,” ujarnya saat diwawancarai,  Senin (18/7/2022).

Junaidi menerangkan, penGgunaan buku di MAN 1 Palembang tidak pernah berubah dari tahun ke tahunnya.

“Jadi buku bisa diwariskan kepada adik-adiknya atau siswa yang baru bisa beli dari siswa yang tamat dengan harga yang lebih murah. Jadi kondisi semacam inilah kami tegaskan tidak pernah membebankan orang tua. Kami tahu kondisi orang tua karena media pembelajaran bisa diakses dari mana saja. man 1 juga sudah menyiapkan perpustakaan yakni perpustakaan menggunakan e katalog dan perpustakaan digital dan perpustakaan manual. Sehingga dalam proses pembelajaran siswa bisa memanfaatkan meminjam buku atau membaca di perpustakaan. Jadi kami bergerak dalam pembelajaran pendidikan ini sesuai aturan dan juknis yang ada,” katanya.

Junaidi mengungkapkan, jika siswa mau membeli semua buku total bukunya ada 19 jenis dengan total dana Rp 2,7 juta.

“Kami tidak memaksa anak untuk membeli semua buku. Karena dari penerbit itu cuman menyerahkan blangko daftar buku dan harga, itu kalau orang tua yang mau beli itu boleh mau melingkari berapa komponen yang mau dibeli dan harus mengembalikannya ke koperasi, jadi penerbit menyiapkan bukunya. Bagi orang tua  yang tidak membeli tidak perlu mengembalikan blanko pesanan daftar blanko pesanan.  Itu bagi yang mau pesan saja, bagi yang tidak mau membeli buku tidak usah diisi sama sekali blangko daftar buku itu,” bebernya.

“Bagi anak-anak yang sudah ada buku, kawan-kawannya bisa juga pinjam untuk difotokopi. Yang penting ada bahan yang bisa dibaca, istilahnya ada banyak jalan menuju Mekkah.  Kami memahami juga kami juga dulunya siswa miskin, tapi kami  berupaya media bahan ajar dari mana saja lingkungan saja bisa jadi bahan ajar. Apalagi di kurikulum merdeka sekarang ini, anak-anak bisa mengakses seluruh  dari apapun bisa jadi rujukan pembelajaran,” bebernya.

Junaidi menuturkan, untuk tahun ajaran baru 2022-2023 ini berjumlah 343 siswa baru. Untuk buku silakan beli di koperasi.  Untuk koperasi ini adalah organisasi ekonomi yang memiliki badan hukum sehingga legal. Di koperasi itu koperasi menyetor pajaknya 11% ke negara dan sisanya ada AD ART koperasi bisa masuk SHU.

“Kepala sekolah dilarang menjual buku dan saya tahu aturan batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Penentuan harga itu antara koperasi dan penerbit, jadi saya saja tidak tahu berapa harga buku yang dijual di koperasi. Sampai sekarang formulir daftar buku itu belum baca dan belum melihat, jadi siswa bisa tahu harganya dengan bertanya di koperasi,” urainya.

“Koperasi adalah organisasi sendiri yang punya AD ART. Saya tidak  terlibat dalam koperasi, jadi segala keputusan dibahas dari hasil rapat anggota koperasi dan saya tidak bisa ikut campur,” tambah Junaidi.

Ketika ditanya jurusan yang ada di MAN 1 Palembang, Junaidi menuturkan, dulu menggunakan kurikulum 2013 ada jurusan IPS dan IPA sesuai dengan hasil tes psikologi.

Tapi saat ini MAN 1 Palembang menggunakan kurikulum merdeka, sehingga tidak ada penjurusan nanti anak dikelompokkan sesuai dengan cita-citanya minat dan bakatnya.

“Sebelum menerapkan kurikulum merdeka, MAN 1 sudah memulai menyesuaikan minat dan bakat siswa.

BACA JUGA  Ilmu Agama Itu Perlu Agar Tidak Salah Jalan

“Di MAN 1 Palembang ada kelas Tahfiz dan Tahasus. Jadi dari hasil perekrutan siswa baru, anak yang dari pondok punya hafalan dan tidak mau mondok kita tampung dengan seleksi dari tim penguji Al hafiz itu kita klasifikasikan anaknya nanti di samping belajar kurikulum pemerintah diberi tugas menghafal Alquran dengan target 1 semester 5 juz jadi 3 tahun hafal 30 juz di bawah ustad Soleh Al Hafiz. Itu tidak dipaksakan, karena itu dilaksanakan berdasarkan potensi siswa m, kemauan siswa dukung oleh orang tua siswa melalui rapat komite,” paparnya.

“Selain itu, anak-anak yang lain itu bisa mengembangkan potensinya melalui ekstrakurikuler yang ada di MAN 1 Palembang. Jadi disamping menggunakan kurikulum pemerintah juga mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak sekolah kami juga mengedepankan ciri khas pendidikan agama yakni peningkatan moral, moderasi beragama sehingga mutu output dari anak-anak di MAN 1 semakin lebih baik,” tandasnya.

Komite MAN 1 Palembang, Syarifuddin menuturkan, tidak ada pemaksaan pembelian buku di MAN 1 Palembang. “Yang mau beli buku baru silahkan beli di Koperasi, bagi yang tidak mau beli tidak apa-apa karena bisa menggunakan buku bekas kakak kelasnya, atau memfotocopi, atau membeli buku di Pasar Loak. Bagi yang mau membeli buku bisa membayar dengan cara diangsur. Jadi tidak ada pemaksaan untuk pembelian buku, ” tandasnya.

Reporter : Yanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button