KELUARGA

Rintis Usaha Sendiri, ‘Payomajo’ Makin Terkenal

MAKLUMATNEWS.com, PALEMBANG — Menjadi anak tunggal yang mandiri secara finansial sudah menjadi mindset Wadania Putri (24). Ia merintis usaha sendiri sejak masih duduk di bangku kuliah.

Wadania Putri bersama kedua orangtuanya. IST

Gadis yang lebih akrab disapa Alda oleh keluarganya ini merupakan lulusan UIN Raden Fatah Palembang, Fakultas Ekonomi Syariah, tahun 2019.

“Saya buka usaha ‘Payomajo’ ini dari 2017 sebelum lulus kuliah,” kata putri dari pasangan Hj. Rika Diana, SH,.MM dan H.M. Hasanuddin, SH.

Ia menamai Home Store-nya dengan nama Payomajo terinspirasi dari ibunya. Sejak dulu sang bunda biasanya mengajak dirinya untuk cari makan atau jajanan dengan menyebut ‘payo cari pajoan’.

“Payomajo itu artinya Ayok Makan dalam bahasa Palembang. Bunda suka ngajak payo nyari pajoan,” katanya.

Payomajo merupakan pelopor Pisang Mozarella dan Lukumades atau donat baso (khas Turki) di Kota Palembang. Pada saat itu, jajanan kekinian ini belum booming di Palembang.

“Dulu jualannya pas pulang kuliah saja, sore jam 4 sampai jam 7 atau 8 malam,” kata gadis kelahiran 9 September 1997 ini.
Payomajo ini jajanan kekinian dengan menu ada asin manis. Menu awal itu Suki bakar, lalu booming pisang Mozarella di 2018. Home Store-nya ada di Jalan Mayor Mahidin No 87 / Belakang RSMH & Fakultas Kedokteran.

Lalu ada Doso (donat bakso)/ Lukumades. Disebut Doso agar bahasanya mudah didengar yang sebenarnya donat khas Turki.
“2019 saya jual itu belum masuk di Palembang, belum familiar. Sekarang sudah booming sudah banyak yg jual. Doso berbentuk bulat seperti bakso dengan berbagai toping,” katanya.

Alda memanfaatkan digital marketing untuk memasarkan usahanya ini. Seperti melalui Gofood, Grabfood, dan ShopeeFood. Termasuk kerjasama dengan selebgram untuk memasarkan Payomajo.

BACA JUGA  Viral Drama Perceraian Dikalangan Bupati

“Peminatnya banyak karena terjangkau untuk semua kalangan, anak sekolah, kuliahan, maupun yang sudah kerja, terutama yang suka jajanan kekinian,” katanya.

Makanan dan minuman di Payomajo dijual dengan harga terjangkau, mulai dari 5.000an sampai 20.000an. “Kita resep sendiri, ada juga yang terinspirasi dari orang lain tapi kita modifikasi,” katanya.

Menurutnya, orang tua mendukung usaha yang dijalaninya meskipun awalnya khawatir tidak fokus belajar. Namun dengan kegigihan Alda, dia bisa mandiri dan tidak serba minta ke orang tua.

“Sekarang sudah bisa menabung dan selain ini sedang fokus juga untuk lanjut pendidikan ke strata dua,” katanya.

Reporter : Pitria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button