INFO HAJI 2024

Cuaca Madinah Menyengat, Jemaah Haji Jangan Sampai Kelelahan Ibadah Sunnah

MAKLUMATNEWS.com – Saat ini, sejak Kamis, 21 Juli 2022  hingga 4 Agustus mendatang, jemaah haji Indonesia gelombang kedua mulai bergerak dari Makkah ke Madinah untuk melaksanakan ibadah sunnah sholat arbain, ke raudhah dan ziarah ke makam Rasulullah. Tercatat sudah 1.932 jemaah dari lima kloter sudah tiba di Madinah yang saat ini cuacanya begitu menyengat.

Wakil Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi, dr. Indro Murwoko meminta para Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter untuk memperhatikan kondisi kesehatan jemaah haji. Pihaknya meminta para TKH jeli untuk menilai kondisi jemaah dengan risiko tinggi (risti) di kloternya masing masing, jangan sampai kelelahan.

”Kelelahan dapat memicu perburukan penyakit komorbid yg diderita jemaah,” ujar dr. Indro.

Apalagi mengingat cuaca Madinah yang lebih panas dari Makkah dengan rata rata suhu 43-46C, akan lebih terasa menyengat. dr. Indro meminta agar para TKH tetap dekat dengan jemaah dan terus memberikan motivasi bagi jemaah untuk menjaga kesehatannya.

Khususnya kepada jemaah haji, dr. Indro juga berpesan agar dapat melakukan ibadah sunnah sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing masing.

”Jangan berlebihan, over aktivitas yang menimbulkan kelelahan akan mengganggu kondisi kesehatan jemaah. Apalagi yang sebelumnya memiliki penyakit, dapat terjadi kekambuhan,” ujarnya.

Salah satu contoh perburukan kondisi kesehatan dialami oleh pasien KKHI Makkah. Dimana dini hari tadi, salah satu pasien jantung, sempat mengalami perburukan, dan harus dilakukan tindakan kardioversi (kejut listrik).

”Saat ini kondisi stabil dan sedang dirawat di ICU,” ujar tim tim dokter KKHI Makkah, dr. Komaria, Sp.JP.

Menurut pengakuan keluarga, yang bersangkutan memaksakan diri untuk naik ke Jabal Nur saat berziarah untuk melihat Gua Hira.

BACA JUGA  Selama di Makkah, Akomodasi dan Hotel Jemaah Haji Sumsel Berada di Wilayah Jarwal, Bisa Jalan Kaki ke Masjidil Haram

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr.Budi Sylvana, MARS mengusulkan untuk rekomendasi kebijakan haji di tahun mendatang, perlu adanya rekomendasi dari Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter bagi jemaah risiko tinggi (risti) yang akan menjalankan ibadah sunnah.

”Demi kemaslahatan jemaah,” ucap dr. Budi.(*)

Sumber : kemkes.go.id

Editor    : Aspani Yasland  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button