MUSI RAWAS

Pemkab Mura Tekan Angka Stunting, Wabup : Bukan Perkara Mudah, Perlu adanya kebersamaan

MAKLUMATNEWS.com, MUSI RAWAS –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) berupaya maksimal untuk menurunkan angka stunting bagi balita dan anak diwilayah Kabupaten Mura.
Upaya tersebut dengan melakukan rembuk stunting di auditorium Pemkab Mura, Selasa (30/8/2022).

“Rembuk dilaksanakan guna menurunkan angka stunting di wilayah Mura tahun 2024 mendatang,”kata Wabup Mura, Hj Suwarti.

Ini dilakukan karena angka kasus stunting di Kabupaten Mura masih cukup tinggi masih berada di angka 28 persen,yang terdiri dari beberapa lokus Kecamatan maupun Desa.

” Di tahun 2024 nanti,Pemkab Mura berupaya semaksimal mungkin guna melakukan penurunan angka stunting menjadi 14 persen,”kata Wabup.

Di akuinya penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Mura ini,bukan suatu hal yang mudah dengan begitu saja bisa turun.
Perlu adanya kebersamaan mulai dari Forkopimda maupun OPD yang ada diruang lingkup pemkab Mura.

Bukan hanya dikalangan Pemkab Mura saja,namun Pemerintah Kecamatan hingga Desa harus ikut serta mensukseskan kegiatan penurunan angka stunting ini.

” Dengan harapan ke depan tidak ada lagi, ada anak yang baru melahirkan masuk katagori stunting,sebab di tahun 2024 Mura harus berada di angka 14 persen ,”terangnya.

Sementara itu, Perwakilan dari BKKBN Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Medi Heryanto menjelaskan diantara penyebab stunting adalah pernikahan usia dini, keluarga kurang mampu/rentannya angka kemiskinan, pola hidup, bahkan kurangnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap stunting itu sendiri.

“Persoalan stunting ini bukan hanya di Kabupaten Mura saja, akan tetapi dunia sebenarnya. Hari ini kita rembuk stunting di Kabupaten Mura, semua ini tidak bisa lepas dari semua pihak baik media sekali pun, untuk memberikan informasi kepada pemerintah jika masih banyak terdapat stunting di wilayah khususnya Kabupaten Mura,”jelasnya.

BACA JUGA  Bawa Shabu Warga Remban Rawas Ulu Dicokok Polisi

Sedangkan Kepala BKKBN Kabupaten Mura Supardiono menyampaikan upaya Pemkab Mura menurunkan angka stunting ini,telah dilakukan beberapa langkah yakni dengan membentuk Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan Pemetaan Program Kegiatan (PPK).

” Untuk petugas PPK sendiri mulai dari Bidan Desa,PKK Desa dan kader KB yang mana tugas mereka mendata hingga mempripikasi terhadap keluarga-keluarga yang masuk katagori stunting,”ucapnya.

Kemudian pihak BKKBN Kabupaten Mura juga telah bekerjasama dengan Kemenag,agar mengadakan penyuluhan bagi pasangan Calon Pengantin (Catin) yang akan mengelar pernikahan.

” Setelah itu data-data pasangan Catin itu juga nanti akan dimasukan ke Aplikasi exsemil,selain pasangan Catin juga dilakukan penyuluhan bagi ibuk hamil hingga pasca melahirkan,”pungkas.

Reporter : Wan Asri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button