PALEMBANG

Pemkot Tunggu Pertamina Palembang Bayar BPHTB dan PBB

MAKLUMATNEWS. com, Palembang,–Pemerintah Kota Palembang tengah menunggu proses SK sertifikat lahan PT Pertamina yang berpotensi pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga ratusan miliar.

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Herly Kurniawan mengatakan, total ada 9 persil lahan PT Pertamina yang sedang diproses oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Palembang.

“Dari 9 itu potensi pajak BPHTB-nya Rp68 miliar. Tetapi yang baru akan selesai diproses BPN ada 5 Persil dengan senilai Rp17 miliar,” katanya usai pertemuan dengan PT Pertamina, Rabu (7/9/2022).

Herly mengatakan, sebenarnya Persil milik Pertamina di Palembang cukup banyak namun hal itu bukan kewenangan BPPD. Lahan yang telah tersertifikasi dan ada SK baru dapat dihitung nilai pajaknya.

“Oktober nanti Pertamina akan membayar 5 Persil dulu yang sudah selesai Rp17 miliar,” katanya.

Selain potensi BPHTB Rp68 miliar, PBB Pertamina juga merupakan penyumbang terbesar. Saat ini sudah dibayarkan Rp19 miliar, sisa Rp27 miliar atau total Rp46 miliar.

“Mereka janji sebelum 30 September dibayarkan. Jadi total BPHTP dan PBB Pertamina kurang lebih Rp114 miliar,” katanya.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, rapat dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah salah satu sumbernya BPHTB Pertamina, pihaknya ingin tahu sejauh mana pengsertifikasian lahan Pertamina.

“Karena potensi untuk pajak BPHTP juga PBBnya mencapai Rp150 miliar,” katanya.

Ada sekitar 9 persil lahan yang diproses seperti di Plaju, juga lapangan Golf, yang ditarget selesai 16 September untuk prioritas pertama 5 Persil pemberkasan clear, dan prioritas kedua masih dilengkapi.

“BPN juga menunggu kelengkapan dokumen, setelah itu pengukuran dsb,” katanya.

Pemkot berharap agar ada progres terukur seperti ada target, juga persetujuan prinsip dari pimpinan Pertamina pusat.

BACA JUGA  La Nina 2022, 30% Wilayah Sumsel Tidak Mengalami Musim Kemarau, Musim Hujan Tiba lebih awal

“Sehingga kami jelas untuk pendapatan PAD estimasinya berapa, ini jadi bahan untuk penganggaran APBD induk mendatang,” katanya. (pitria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button