Uncategorized

Berjalan 3 Jam, Proses Ekhsumasi Korban Pompes Gontor Selesai Dilakukan

MAKLUMATNEWS. com, Palembang–Proses Ehksumasi (penggalian kubur yang dilakukan demi keadilan oleh pihak berwenang. Hal ini dilakukan untuk identifikasi forensik) terhadap AM (17) santri Pondok Moderen Darussalam Ponorogo, Jawa Timur telah selesai dilakukan setelah berlangsung lebih kurang tiga jam lamanya.

Ehksumasi dilakukan secara tertutup dari jam 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB di TPU Sei Selayur Kelurahan Cendana Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Ahli Forensik RS Bayangkara M Hasan Palembang, dr AKBP Mansuri mengatakan, bahwa telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap AM yang merupakan santri Ponpes Moderen Darussalam Ponorogo, Jawa Timur.

“Kami periksa secara menyeluruh dari ujung rambut hingga kaki, baik itu pemeriksaan luar maupun pemeriksaan dalam,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dalam proses pemeriksaan sendiri cukup mengalami kendala dikarenakan jenazah sudah 15 hari dikubur.

“Kendala kami si korban sudah 15 hari sehingga telah terjadi pembusukan secara alami namun kami berusaha secara keilmuan kami untuk memeriksa korban”, tambahnya.

Menurutnya, hasil dari pemeriksaan terhadap AM belum dapat disampaikan oleh dirinnya.

“Untuk hasilnya sendiri nanti akan disampaikan Polres Ponorogo. Kami tidak mau mendahului,” terang dia.

Menurut Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia, SIK, MH, M.Si. Autopsi sendiri dilakukan oleh tim gabungan dari Ahli Forensik RS Bayangkara M Hasan Palembang, RSMH Palembang dan RS Ponorogo.

“Tim pelaksana Ehksumasi dilakukan oleh tim Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, yang terdiri dari 1Dokter Rumah Sakit Umum Mohammad Hosein Palembang dan 1dokter dari forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang yang dibantu 4 orang asisten”, tuturnya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Ponorogo, pihak kepolisian sudah memeriksa beberapa saksi.

“Terhitung hari ini 18 saksi, baik dari staf pengasuhan, staf pengajara, dokter rs Pompes, dua reka almarhum, dan beberapa staf  Rumah sakit Ponpes”, tambahnya.

BACA JUGA  Suasana Ramadan di Negara Minoritas Muslim

Reporter : Yola Dwi R

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button