POLITIK

Perintah Jenderal Dudung ke Prajurit TNI AD untuk Protes Effendi Simbolon: Kita Petarung, Jangan Jadi Ayam Sayur!

MAKLUMATNEWS.com —   Ucapan anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon yang menyebut TNI bak gerombolan melebihi ormas memantik respons dari para prajurit.

Di media sosial, banyak video yang menampilkan kegeraman anggota TNI atas ucapan politisi PDIP itu. Respos para prajurit TNI itu diduga tidak terlepas dari perintah dari KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Dalam video yang beredar, Dudung diduga menyampaikan perintah kepada jajaran militer matra darat untuk tidak takut terhadap pernyataan politisi, khususnya terhadap anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon.

“ Kita jadi petarung, jadi jagoan. Jangan jadi ayam sayur. Saya lihat itu diam semua. jelas?” kata Dudung dalam sebuah video.

Dudung tidak ingin harkat dan martabat TNI AD diinjak oleh mereka yang tidak berwenang. Dia pun mengancam, jangan salahkan anggotanya jika akan mengamuk bila terus merasa terinjak.

“ Jangan salahkan nanti prajurit kita ngamuk gitu lho,” pesan Dudung.

Dudung meminta, seluruh matra darat untuk mulai bergerak dan membuktikan kepadanya jika TNI AD tidak bisa disepelekan oleh seorang politisi.

“ Saya tekankan lagi tidak ada lagi pengondisian dari Effendi Simbolon untuk minta minta ke wilayah. Enggak usah takut kita, kalian enggak usah takut. Saya minta ini buktikan ya, jangan kemudian diam saja!” ujarnya.

Berikut pernyataan lengkap KSAD Dudung Abdurachman dalam video yang beredar:

” Kita jadi petarung, jadi jagoan. Jangan jadi ayam sayur. Saya lihat itu diam semua. jelas?” lihat tanggal 26 sept, buktikan ke saya. Jangan kita diam saja, Dia itu siapa? gak berpengaruh. Harga diri, kehormatan kita, kok diinjak-injak sama dia. Karena saya tahu juga dia dapat ‘angin’ masalahnya, sehingga kita duduk semua, diam.”

” Ke depan nggak ada lagi orang-orang seperti itu. Saya sudah diajarin apa yang harus disampaikan di media, jangan salahkan nanti prajurit kita ngamuk gitu loh, Prajurit kita ini di grup, di kelompok, di grup tamtama sudah bergelora sudah panas. Kelompok bintara sudah marah. Kok kita kelompok perwira santai-santai saja gitu loh? Gak ada yang saya lihat pangdam yanng bergerak sedikit pun. Apa takut jabatannya dilepas atau gimana?”

” Danrem-dandim juga saya lihat santai saja, meninabobokan jabatannya. Jangan terbiasa seperti itu saya minta, ya?. Silakan kalian bergerak, berdayakan FKPPI dan segala macam untuk tidak menerima penyampaian Effendi Simbolon, masif, lakukan. Nggak usah ada yang takut ya. Nggak usah takut kalian dicopot segala macam, saya tanggung jawab.”

” Nah, saya minta ini buktikan ya, jangan kemudian diam saja, takut pangkat dan jabatannya dicopot. Kalian sudah bisa buktikan apa yang saya lakukan kepada negara ini. Pangkat dan jabatan itu Gusti Allah, Tuhan yang ngatur. Bukan siapa pun ya, bukan siapa pun. Jadi nggak usah takut kalau harga diri dan kehormatan diinjak-injak, kok kita diam saja gitu loh?”

” Saya tidak lihat ada letkol, kolonel, ngomong, bintang 1, bintang 2 ngomong, bergejolak gitu loh. Tidak ada yang saya lihat itu. Diam-diam saja, dan dia pun akhirnya merasa benar ya. Saya tekankan lagi tidak ada lagi pengkondisian dari Effendi Simbolon untuk minta minta ke wilayah, Nggak usah takut kita, kalian nggak usah takut. Tidak berpengaruh, Komisi I itu tidak berpengaruh ya. Dia kerjanya hanya minta.”

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad), Brigjen Hamim Tohari, membenarkan KASAD Dudung Abdurachman meminta agar matra darat jangan takut terhadap politisi Effendi Simbolon.

BACA JUGA  DPC Partai Gerindra Kota Palembang Targetkan Raih Kursi Ketua DPRD Kota Palembang

“ Kepala Staf Angkatan Darat menyadari sepenuhnya bahwa itu bukanlah tindakan yang mewakili institusi DPR atau partai politik, melainkan sikap individu seseorang. Oleh karenanya, secara internal Kepala Staf Angkatan Darat juga menghimbau para prajurit untuk tidak bereaksi berlebihan,” kata Hamim.

Hamim berharap, pernyataan Effendi Simbolon dapat menjadi pembelajaran terhadap siapapun untuk berkata lebih bijak.

Sebab, saat ini adalah era media sosial dimana semua informasi secara transparan dapat cepat menyebar dan menuai reaksi dari siapa saja.

“ Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Saat ini setiap orang bisa menyampaikan dan mengakses informasi melalui media sosial secara langsung dan cepat, sehingga banyak hal yang terekspos di media sosial, kemudian langsung dilihat dan direspon oleh orang lain,” Hamim menandasi.(*)

Sumber : liputan6.com

Editor     :  Aspani Yasland

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button