WANITA

Kenang, “Anak Luar Biasa” yang Taat Beribadah

Oleh: Ardillah Aquariani.MP

 

Kami memanggilnya “Kenang” mungkin karena dia anak lanang (dalam bahasa jawa) atau anak laki-laki dalam keluarganya. Sebenarnya nama aslinya adalah Julianto Saputra. Ia terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya bernama Parlan bekerja serabutan dan ibunya bernama Siti Paijah, seorang ibu rumah tangga biasa. Kenang terlahir sebagai seorang anak dengan berkebutuhan khusus, bicaranya pun kadang ngawur, ngobrol dengannya kadang nyambung kadang ya harap maklum. Dengan keterbatasannya, ia sering dipandang sebelah mata.

Namun ada sesuatu yang luar biasa darinya. Kenang tak pernah tinggal sholat lima waktunya di masjid karena kebetulan rumahnya tak jauh dari masjid Al-Ikhlas yang berada di Sukawaras KM 18. Terkadang kenang juga membersihkan masjid sebelum memasuki waktu sholat agar orang-orang yang beribadah di masjid itu lebih nyaman.

Ketaatannya pada Allah SWT dengan kondisinya yang terbatas perlu diacungi jempol. Ini menjadi sebuat tamparan bagi kita yang memiliki tubuh yang sehat namun masih bermalas-malasan beribadah. Jangankan pergi ke masjid sholat di rumah pun masih bolong-bolong.

Andai kalian tahu, mungkin menjadi kenang bukan hal yang mudah. Ia juga tak ingin di lahirkan dengan kondisi seperti itu, tapi ini adalah takdir Allah yang harus ia jalani. Allah telah menciptakan manusia dan makhluk lainnya dengan begitu sempurna.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) Lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan Gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk (Fasik) setelah beriman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” [QS. Al-Hujurat/49 : 11]

 

Ternyata, orang yang  memiliki keterbatasan seperti kenang tidak menghalangi dirinya untuk terus taat kepada Allah. Kehidupan kenang mungkin sedikit berbeda dengan kita, tapi sikapnya yang taat pada Allah dapat di contoh. Semoga kita yang masih di berikan kesehatan dapat lebih meningkatkan iman dan ketaatan kepada Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button