NASIONAL

Warisan Berujung Maut, Satu Keluarga di Way Kanan Lampung Ditemukan Tinggal Tulang Belulang Dalam Jamban

MAKLUMATNEWS.com Lampung— Warga Desa Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung dihebohkan dengan penemuan mayat satu keluarga yang terdiri dari lima orang ditemukan sudah menjadi tulang belulang dalam septic tank (jamban) dan dikabarkan menghilang sejak Oktober 2021 lalu.

Kapolres Way Kanan, AKBP Teddy Rachesna mengatakan, peristiwa ini terungkap lantaran adanya kecurigaan masyarakat sekitar mengenai keberadaan para korban. Sehingga berdasarkan hal itu, pihaknya melakukan pengecekan dan akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembunuhan tersebut yang berjumlah dua orang pada Kamis (6/10/2020) siang. Masing-masing berinisial E (38) dan DW (17).

Teddy menjelaskan pelaku E dalam menjalankan aksinya turut dibantu oleh DW yang merupakan anak kandungnya sendiri. Dan adapun kelima korban yaitu Zainudin (60), Siti Romlah (45), Wawan (40), Zahra (5), dan Juwanda (26). Mereka semua merupakan warga Desa Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Lampung.

Berdasarkan keterangan sementara pelaku ada lima orang korban,dan kuat dugaan dipicu masalah harta warisan. Dimana korban Siti Romlah dan Juwanda adalah ibu dan adik tiri pelaku E.

” Ada empat korban dibuang ke septic tank rumah yang mereka tempati. Sedangkan korban terakhir Juwanda dikubur di perkebunan singkong. Kuat dugaan pembunuhan ini adalah masalah harta, pelaku E ingin menguasai harta milik korban Zainudin,” ujar Teddy seperti dikutip dari Kompas TV., Jumat (7/10/2022).

Disinggung mengenai kronologi kejadian, Teddy mengisahkan jika waktu itu, pelaku E mendatangi rumah korban, lalu tanpa pikir panjang membunuh keempat korban secara sadis menggunakan kapak. Untuk menghilangkan jejak, pelaku E kemudian membuang jasad keempat korban ke septic tank yang berada di belakang rumah. Setelah membuang jasad korban ke septic tank tersebut kemudian ditutup lagi oleh pelaku dengan cara dicor menggunakan semen.

BACA JUGA  Seru dan Heboh, Film 13 Bom di Jakarta Diputar Lebih Awal di NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2023

” Sedangkan pembunuhan terhadap korban Juwanda dilakukan pelaku pada Februari 2022. Dari pengakuan pelaku DW, korban Juwanda dibunuh dengan cara dipukul menggunakan pipa besi saat sedang tidur. Setelah dipastikan korban sudah tidak lagi bernyawa, pelaku DW dan E membawa jasad Juwanda menggunakan mobil pikap dan dikubur di perkebunan singkong. Kedua pelaku ini adalah, anak dan cucu korban Zainudin,” ungkapnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button